atau Maret 2012 ~ NGUNDUH KAWRUH WOHING PAKARTI

WANTED

Barang sisapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali tuhannya.

WANTED

Barang sisapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali tuhannya.

WANTED

Barang sisapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali tuhannya.

WANTED

Barang sisapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali tuhannya.

WANTED

Barang sisapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali tuhannya.

Sabtu, 31 Maret 2012

DURHAKA


HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA
Oleh
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu ‘anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Arti : Sukakah saya beritahukan kpdmu sebesar-besar dosa yg paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kpd kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam” [Hadits Riwayat Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]
Dari hadits di atas dpt diketahui bahwa dosa besar yg paling besar setelah syirik ialah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kpd kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu [Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari 11/555]. Kemudian diantara dosa-dosa besar yg paling besar ialah seorang melaknat kedua orang tua [Hadits Riwayat Imam Bukhari]
Dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Sesungguh Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yg bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak berta demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 10/405 No. 5975) Muslim No. 1715 912)]
Hadits ini ialah salah satu hadits yg melarang seorang anak beruntuk durhaka kpd kedua orang tuanya. Seorang anak yg beruntuk durhaka berarti dia tdk masuk surga dgn sebab durhaka kpd kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Dari Abu Darda bahwasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak masuk surga anak yg durhaka, pe,imu, khamr (minuman keras) dan orang yg mendustakan qadar” [Hadits Riwayat Ahmad 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih 675]
Diantara bentuk durhaka (uquq) ialah :
[1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun peruntukan yg memuntuk orang tua sedih dan sakit hati.
[2] Berkata ‘ah’ dan tdk memenuhi panggilan orang tua.
[3] Membentak atau menghardik orang tua.
[4] Bakhil, tdk mengurusi orang tua bahkan lebih mementingkan yg lain dari pada mengurusi orang tua padahal orang tua sangat membutuhkan. Seandai memberi nafkah pun, dilakukan dgn penuh perhitungan.
[5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, ‘kolot’ dan lain-lain.
[6] Menyuruh orang tua, misal menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tdk pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika ‘Si Ibu” melakukan pekerjaan tersebut dgn kemauan sendiri maka tdk mengapa dan krn itu anak hrs berterima kasih.
[7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.
[8] Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misal alat musik, mengisap rokok, dll.
[9] Mendahulukan taat kpd istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dgn tega mengusir ibu demi menuruti kemauan istrinya. Na’udzubillah.
[10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dgn keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosial meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini ialah sikap yg amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yg keji dan nista.
Semua itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kpd kedua orang tua. Oleh krn itu kita hrs berhati-hati dan membedakan dalam berkata dan beruntuk kpd kedua orang tua dgn kpd orang lain.
Akibat dari durhaka kpd kedua orang tua akan dirasakan di dunia. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Abi Bakrah dikatakan.
“Arti : Dari Abi Bakrah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidak ada dosa yg Allah cepatkan adzab kpd pelaku di dunia ini dan Allah juga akan mengadzab di akhirat yg pertama ialah berlaku zhalim, kedua memutuskan silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 23), Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36 & 38, Hakim 2/356 & 4/162-163, Tirmidzi berkata, “Hadits Hasan Shahih”, kata Al-Hakim, ‘Shahih Sanadnya”, Imam Dzahabi menyetujuinya]
Dalam hadits lain dikatakan.
“Arti : Dua peruntukan dosa yg Allah cepatkan adzab (siksanya) di dunia yaitu beruntuk zhalim dan al’uquq (durhaka kepdada orang tua)” [Hadits Riwayat Hakim 4/177 dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu] [1]
Keridlaan orang tua hrs kita dahulukan dari pada keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan anak yg durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat pada hari kiamat.
Sedangkan dalam lafadz yg lain diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Hakim, Ahmad dan juga yg lainnya, dikatakan :
“Arti : Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Telah berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ada tiga golongan yg tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat mereka pada hari kiamat yakni anak yg durhaka kpd kedua orang tuanya, perempuan yg menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yg membiarkan ada kejelekan (zina) dalam rumah tangganya” [Hadits Riwayat Hakim, Baihaqi, Ahmad 2/134]
Jadi, salah satu yg menyebabkan seseorang tdk masuk surga ialah durhaka kpd kedua orang tuanya.
Dapat kita lihat bahwa orang yg durhaka kpd orang tua hidup tdk berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan. Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaan tdk akan menjadikan bahagia.
Seandai ada seorang anak yg durhaka kpd kedua orang tua kemudian kedua orang tua tersebut mendo’akan kejelekan, maka do’a kedua orang tua tersebut bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab dalam hadits yg shahih Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ‘Telah berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ada tiga do’a yg dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala -yg tdk diragukan tentang do’a ini-, yg pertama yaitu do’a kedua orang tua terhadap anak yg kedua do’a orang yg musafir -yg sedang dalam perjalanan-, yg ketiga do’a orang yg dizhalimi” [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] [2]
Banyak sekali riwayat yg shahih yg menjelaskan tentang akibat buruk dari durhaka kpd orang tua di dunia maupun di akhirat. Ada juga kisah-kisah nyata tentang adzab (siksa) dari anak yg durhaka, dari kisah tersebut ada yg shahih ada juga yg dla’if (lemah). Diantara kisah yg dla’if yg sering dibawakan oleh para khatib (penceramah) yaitu kisah Al-Qamah yg durhaka kpd ibu sampai mau dibakar oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga ibu mema’afkannya. Akan tetapi kisah ini dla’if dilemahkan oleh para ulama ahli hadits [3].

UJUB

‘Ujub adalah bahasa arab yang pengertiannya secara umum adalah,  membanggakan diri sendiri, merasa heran terhadap diri sendiri sebab adanya satu dan lain hal.   Diri sendiri yang dimaksudkan disini adalah mengenai pribadinya,golongannya, kelompoknya atau apa saja yang dianggap erat hubungannya dengan dirinya sendiri.
Sebelum saya menulis lebih lanjut tentang ‘ujub ini, mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan berikut ini, karena saya bukan akhli agama dan apa-apa yang akan saya tuangkan disini lebih kepada pengetahuan yang telah saya baca dari beberapa buku tentang Akhlak dan Tauhid berdasarkan ajaran keimanan saya, yaitu agama Islam.
Ahlak semacam ini (’ujub) adalah sangat tercela, dan sama sekali tidak ada kebaikannya, ini disebutkan dalam firman Allah Taala (S. Najm 32) :”Janganlah kamu mengira sudah mensucikan diri kamu sendiri”, maksudnya ialah jangan sekali-kali kamu menyangka sudah suci dan bersih dari segala kesalahan, sebab dengan sangkaan yang keliru itu nantinya  akan timbul rasa ‘Ujub pada diri sendiri

sombong


( QS. Az-Zumar 7 )

Sifat takabbur, congkak, sombong atau arrogan. tidaklah diatur dalam peraturan perundang-undangan bikinan manusia, sehingga bila sifat itu dilakukan seseorang terhadap sesama, terhadap Rasul atau terhadap Allah SWT, maka bukan merupakan tindak pidana atau kriminal. Sehingga jika sifat itu makin marak dilakukan oleh manusi terhadap sesama manusia, tidaklah menjadi suatu yang mengherankan. Terlebih lagi bila seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, dirinya merupakan lahan yang subur bagi tumbuh kembangnya sifat itu.
Di samping kurang beriman maka sebab-sebab lain yang menimbulkan sifat arrogansi kepada seseorang antara lain karena merasa ilmu yang dimilikinya lebih dari orang lain. amal ibadahnya lebih banyak, keturunan, kecantikan, kekayaan, kekuasaan, kekuatan, pengikutnya lebih banyak dan lain-lain.
Terhadap manusia yang berlaku sombong, congkak di dunia ini mungkin saja Allah tidak memberikan sanctie namun Allah dan Rasulnya memperingkatkan akan adanya sanctie-sanctie di akhirat kelak yang tidak akan bisa mengelaknya.
 
Tanda-tanda kesombongan.
Dalam kitab suci Al-Quranul karim, banyak ayat-ayat Allah menyebut kata sombong dan congkak (arrogan)_. Allah menyebutnya dengan sebutan : Al-Mutakabbir dan Al-Mukhtalin Fakhur. Tanda-tandanya itu antara lain :
Ketiadaan Iman, cinta dunia, kufur nikmat, ingkar terhadap kekuasaan Allah, kikir dan berlaku sewenang-wenang telah menyebabkan orang lupa diri dan bisa bertindak seperti Fir'aun. Makhluk Allah apapun ujudnya tidaklah pantas untuk berlaku sombong atau congkak di atas bumi ini. Ilmu, amal, keturunan, pangkat, kecantikan, harta benda yang dimiliki manusia betapapun luas, besar dan tinggi nilainya tidak akan berarti bagi Allah SWT. sedikitpun juga.
Manusia dijadikan Tuhan dari setetes air yang hina. Ia dijadikan dengan cara yang sama dan dikembalikan dengan cara yang sama pula. pantaskah ia berlaku sombong atau congkak, meningat kejadiannya dari benda yang hina itu ?
Oleh karena itu Allah melarang makhluk-Nya untuk berlaku sombong apapun bentuk atau manifestasinya. Baik dalam hati, perbuatan atau perkataan.
Beberapa Peringatan Rasul
Rasulullah Muhammad SAW memperingkatkan agar ummatnya tidak terperosok ke dalam sikap dan tingkah laku yang sombong atau takabbur. karena mereka yang berlaku demikian walaupun ujudnya tidak tampak dimata, namun jika ada terselip di lubuk hatinya, kata Rasulullah, dia tidak akan dapat masuk ke surga. Sabda Rasulullah SAW. : Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom (HR Bukhari Muslim)
Sifat sombong merupakan hijab yang menghalangi hamba menuju surga dan faktor pemisah antara seseorang dengan orang beriman karena akhlak orang mukmin merupakan pintu surga.
Rasulullah mengatakan bahwa di hari Kiamat orang-orang yang sombong akan dikumpulkan, dijadikan pasukan semut-semut lalu digiring ke penjara yang ada di dalam neraka jahannam bernama penjara Bulasa di sana mereka diberi minuman darah dan nanah thinnatil khabai ( kotoran penghuni neraka). Hadits ini berbunyi yang artinya : Orang-orang yang sombong itu kelak di hari Kiamat a-
 
kan dihimpun persis seperti semut-semut pria yang diliputi kehinaan dari berbagai penjuru. Lalu mereka digiring ke penjara Bulasa di Neraka, dan mereka dikepung api yang sangat panas. Mulut mereka diberi minuman darah dan nanah dari thinatil khabal yaitu tanah bekas kotoran para penghuni neraka. (HR Qadha'i).
Perlakukan yang baik.
Umar bin Khattab, di zaman Jahiliyah dikenal secara luas, sangat keras dan memusuhi Islam. Dan tentunya mempunyai sifat arrogan. Namun setelah memeluk Islam ia tunduk kepada perintah Allah dan Rasul sampai ia diangkat menjadi Khalifah Amirul Mukminin yang disegani.
Pada saat ia berkunjung ke Syria, ia tidak monopoli naik ontanya, tapi ia bergantian naik ontanya dengan pembantunya secara adil bergiliran. Orang pertama naik onta dalam memulai lawatannya adalah Khalifah Umar, dan pembantunya berjalan kaki sambil memegang tali ontanya. Mereka bergantian setiap tiga mil perjalanan dan setelah 3 mil perjalanan maka Khalifah Umar turun dan pembantunya naik dan ia bejalan sambil menuntun tali ontanya. mereka bergantian secara adil, naik turun sampai mendekati Syria.
Setelah mendekati kota Syria yang kena giliran turun adalah Khalifah Umar, sedang pembantunya giliran naik onta, dari jauh tampak Umar berjalan menuntun ontanya. Gubernur Abu Ubaidah bin Jarah, sewaktu menyambut kunjungan Khalifah Umar kaget. Ia lalu dengan penuh penghormatan, menyampaikan permohonan kepada Khalifah Umar dengan berkata : " Hai Amirul Mukminin, Para tokoh negeri Syam ( Syria) yang terhormat, sudah siap menyambut kedatangan yang Mulia. Maka rasanya kurang patut jika mereka melihat yang Mulia dalam keadaan berjalan kaki "
Maka Khalifah Umar menjawab : Sungguh Allah memuliakan kami hanya dengan Islam. Hanya dengan memeluk dan melaksanakan ajaran islamlah, maka tidak peduli bagiku menanggapi ocehan orang

TAUHID

Kandungan rencana ini tidak memetik sumber rujukan dan memerlukan pengesahan.
Pembaca dinasihatkan membuat pertimbangan sendiri.

Bantulah Wikipedia memperbaiki rencana ini dengan menambahkan sumber rujukan. Fakta yang tidak disahkan boleh dipertikai dan dipadam. (Julai 2008)
Sebahagian dari siri berkaitan Allah-eser-green.png
Islam
Rukun Iman
Allah • Kitab • Malaikat • Nabi
Hari Akhirat • Qada dan Qadar
Rukun Islam
Syahadah • Solat • Puasa
Zakat • Haji
Kota Suci
Makkah • Madinah
Baitulmuqaddis
Hari Raya
Aidilfitri • Aidiladha
Hukum
Al-Quran • Sunnah • Hadis
Sejarah
Garis Masa Sejarah Islam
Khulafa al-Rasyidin
Khalifah • Khilafah
Tokoh Islam
Nabi Muhammad s.a.w
Ahlul Bait • Sahabat Nabi
Mazhab
Ahli Sunah Waljamaah
Hanafi • Syafie
Maliki • Hanbali
Budaya Dan Masyarakat
Akademik • Haiwan • Seni
Takwim • Kanak-kanak
Demografi • Perayaan
Masjid • Dakwah • Falsafah
Sains • Wanita • Politik
Lihat juga
Kritikan • Islamofobia
Glosari
Portal Islam
 p  b  s
Tauhid (bahasa Arab: توحيد) merupakan konsep monoteisme Islam yang mempercayai bahawa Tuhan itu hanya satu. Tauhid ialah asas Aqidah. Dalam bahasa Arab, "Tauhid" bermaksud "penyatuan", sedangkan dalam Islam, "Tauhid" bermaksud "menegaskan penyatuan dengan Allah". Lawan untuk Tauhid ialah "mengelak daripada membuat", dan dalam bahasa Arab bermaksud "pembahagian" dan merujuk kepada "penyembahan berhala".
Tauhid menurut bahasa ertinya mengetahui dengan sebenarnya Allah itu Ada lagi Esa. Menurut istilah, tauhid ialah satu ilmu yang membentangkan tentang wujudullah (adanya Allah) dengan sifat-Nya yang wajib, mustahil dan jaiz (harus), dan membuktikan kerasulan para rasul-Nya dengan sifat-sifat mereka yang wajib, mustahil dan jaiz, serta membahas segala hujah terhadap keimanan yang berhubung dengan perkara-perkara sam’iyat, iaitu perkara yang diambil dari Al-Quran dan Hadis dengan yakin.
Sebahagian ulama mentakrifkan ilmu tauhid sebagai berikut:
"Ilmu tauhid ilmu yang menerangkan hukum-hukum syarak dalam bidang i’tiqad yang diperoleh dari dalil-dalil yang qat’i (pasti) yang berdasarkan ketetapan akal, Al-Quran dan Hadis."
Persoalan ‘Apa itu tauhid?’ seringkali dijawab dengan ayat-ayat yang bermaksud bahawa puncak kenyataan tauhid adalah ucapan kalimah syahadah, dan sering juga berlaku apabila jawapan itu diungkap tanpa sedikit pun mengetahui makna ucapan itu. Jika yang ditanya mempunyai lebih pengetahuan, maka padanya, Tuhan itu ialah yang menciptakan sendiri kerajaan-Nya, dan jawapan yang diberi akan berkait rapat dengan tauhid rububiyah sahaja.
Kalimah ‘laa ilaha illallah’ bermaksud tidak ada Tuhan selain Allah. Kalimah ini menunjukkan bahawa manusia tidak ada tempat bersandar, berlindung dan berharap kecuali Allah. Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah. Zahirnya syariat menyuruh kita berusaha beramal, sedang hakikatnya syariat melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu supaya tetap bersandar pada kurnia Allah. Konsep ini melahirkan konsep tawakkal, dimana selepas kita berusaha, tetap kita perlu kepada Allah.
Tauhid bukanlah sekadar ucapan ‘laa ilaha illallah’, walaupun ucapan tersebut merupakan sebahagian daripadanya. Tetapi tauhid itu adalah nama untuk pengertian yang agung dan ucapan yang mempunyai erti yang besar, lebih besar dari semua pengertian. Tauhid ialah pembebasan terhadap penyembahan kepada semua yang bukan kepada Allah dan penerimaan dengan hati serta pengibadahan kepada Allah semata.
Allah berfirman 
“Sedangkan Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS 2:163)
Dan Allah berfirman lagi 
“Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku kepada neraka? Kenapa kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan apa yang tidak aku ketahui, padahal aku menyeru kamu beriman kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?” (QS 40:41-42)
Ayat-ayat begini banyak dalam Al-Quran dan menerangkan bahawa erti dua kalimah syahadah adalah bebas dari penyembahan kepada selain Allah, dan mengkhususkan Allah sahaja untuk penyembahan itu. Inilah petunjuk dalam beragama dan untuk perkara inilah Allah mengutus para rasul-Nya dan untuk perkara inilah juga Allah menurunkan semua kitab-Nya.
Orang-orang musyrik sebenarnya percaya dengan kewujudan Allah, dan mereka mencari perantara untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah lalu diharapkan kepada rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya. Ibn Abbas berpendapat bahawa yang mereka seru dengan doa ialah Isa, Maryam dan Uzair. Athaa’ dan ad-Dhahhaq pula berpendapat mereka menyeru pada para malaikat.
Yang dibenarkan dalam Islam bukanlah berdoa kepada malaikat atau nabi atau perantara lainnya. Islam menuntut kita agar hanya rasa takut dan berharap kepada Allah kerana itu hak Allah kepada hambanya. Suatu kisah terjadi dizaman Rasulullah s.a.w, dimana seorang pencuri telah dipotong tangannya, lalu dia berkata kepada Nabi, “Allahumma Ya Allah! Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dan aku tidak bertaubat kepada Muhammad.” Nabi s.a.w langsung bersabda, “Dia mengetahui yang hak bagi yang berhak.” Perkara ini menunjukkan bahawa yang patut ditakuti, digeruni, diharapkan dan dipanjatkan doa ialah Allah, dan Allah semata.
Demikianlah para ahli tafsir, dengan bukti-bukti seperti di atas, menyatakan:
"Maka teranglah bahawa erti tauhid dan syahadat laa ilaha illallah ialah meninggalkan perbuatan orang-orang musyrik, iaitu berdoa kepada orang-orang saleh, atau malaikat atau jin dalam meminta pertolongan Allah untuk menghilangkan bahaya atau mendapatkan rahmat."
Orang Islam mempercayai bahawa Allah tidak boleh disamakan dengan makhluk atau konsep yang lain. Monoteisme Islam adalah mutlak, bukannya relatif atau majmuk dalam semua erti kata perkataan ini. Oleh itu, orang Islam menolak konsep Triniti yang dipegang oleh kebanyakan orang Kristian yang memerihalkan Tuhan sebagai tiga makhluk.

Minggu, 25 Maret 2012

CURUG CIPENDOK

pariwisata curug cipendok

Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Air terjun Curug Cipendok memiliki ketinggian 92 meter. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung. Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Jalan menuju lokasi sudah diaspal semua. Sampai lokasi parkir, dimana kita harus berjalan menuju lokasi air terjun, kita akan benar-benar dapat menikmati pemandangan alam di sekitar sambil berolahraga. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan Mendoan, susu murni yang bisa anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinimati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang kita untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi setiap tahunnya.





Garuda Pancasila

Senin, 19 Maret 2012

hidup dan kehidupan

semua mahluk yang masih bernyawa dikatakan hidup dan pasti perlu penghidupan, kalau kita bicarakan tentang hidup tidak akan pernah ada habisnya, dari perkara kebutuhan materi jabatan juga tentang percintaan,dari jaman nabi adam sampai saat ini tidak lepas dari tiga hal tersebut..

saat ini di mana manusia sudah berjumlah triliunan masih adakah yang mengerti betul tentang arti hidup dan kehidupan,semua pasti merasakan hidup,merasa bisa berbicara,melihat,mendengar,juga berpikir tetapi mereka titak menyadari bahwa semua itu jelas2 ada yang mengendalikan, hanya manusia yang merasa dihidupkan yang bisa menyadarinya.

contoh kecil dalam diri kita detak jantung,denyut nadi dan aliran darah merasakah kita menggerakan/mengaturnya,padahal jelas2 ada pada diri kita, tapi di luar kekuasaan diri kita.

berbahagialah manusia yang sudah mengenal pada diri,karena dapat di pastikan manusia yang sudah mengenal diri pasti mengenal tuhannya dan tidak ada lagi tanya ..kenapa dan mengapa juga merasa bodoh..



                                                                           HALAL

,,halal adalah istilah bahasa arab dalam agama islam yang berarti"diizinkan" atau "boleh".Istilah ini dalam kosakata sehari-hari lebih sering digunakan untuk merujuk kepada makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut dalam islam.Sedangkan dalam konteks yang lebih luas istilah halal merujuk kepada segala sesuatu yang diizinkan menurut hukum islam (aktivitas, tingkah laku, cara berpakaian dll).Di Indonesia, sertifikasi kehalalan produk pangan ditangani oleh Majelis Ulama Indonesia-secara spesifik Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia.
Tapi coba kita lihat dimedia elektronik maupun media cetak,yang isinya memberitakan banyak hal seperti contoh,terjadi korupsi dimana-mana,berita pembunuhan hampir setiap hari terjadi dan juga berita perselingkuhan,perampokan,dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang dilakukan oleh manusia dengan mengHalalkan segala cara yang berakibat banyak merugikan orang lain.

Mereka rela menggadaikan nilai hidupnya hanya untuk sebuah rupiah.
Aku sedih melihat semua ini,dalam hati kecilku berontak/berteriak.Dan kenapa ini terjadi di bangsa ini bangsa Indonesia yang selalu aku banggakan.Dengan ketidak berdayaan,aku hanya bisa berdoa kepada tuhan memohon agar dibukakan pintu hati para pelanggar/yang menghalalkan segala cara.

                                                                     PENDIDIKAN

Akhir-akhir ini banyak masyarakat yang memandang bahwa proses pendidikan di negara kita telah gagal,kegagalan itu terhihat jelas di pemerintahan kita,para pejabat tinggi yang seharusnya menjadi teladan/contoh tapi mereka sibuk beradu argumen.Banyak dari mereka yang menonjolkan akal-akalan,tipu daya,dan bukan lagi amanat yang mereka emban/yang seharusnya mereka mengabdikan diri untuk masyarakat negeri ini.
                                       
                                                                       SIRIK



Apakah kita benar-benar memiliki hati mulia dalam mengkritik seseorang atau sesuatu hal? Karena seringkali yang ada bukanlah mengkritik. Tetapi berubah menjadi sikap sinis dan sirik.
#
Pada kenyataannya mengkritik tidaklah mudah. Tidak segampang membalikkan telapak tangan. Perlu kedewasaan dan niat baik. Perlu adanya tujuan untuk memperbaiki bukannya menjatuhkan.
Namun yang terjadi kita yang berniat mengkritik bukannya menghasilkan perbaikan. Tapi sebaliknya, mendatangkan keburukan. Meruntuhkan semangat dan membunuh karakter seseorang.
Semua itu terjadi karena kita tidak benar-benar mengkritik. Kritikan yang baik itu ibarat seorang guru demi pertumbuhan murid-muridnya memberikan kata-kata pedas. Walau pedas tapi membangkitkan kesadaran.
Kritikan yang baik tentu adalah tertuju pada kesalahan. Tidak ada tendensi untuk menyerang pribadi seseorang. Karena tujuannya memang untuk memperbaiki kesalahan. Bukan untuk menghancurkan kepribadian seseorang.
Menjadi seorang pengkritik memang tidak mudah. Karena yang terjadi bukannya mengkritik. Tapi justru seringkali berubah menjadi sinisme.
Kita rela memberikan kritikan karena ada unsur ketidaksenangan atau perasaan permusuhan. Kita menjadi seseorang yang buta. Apapun yang dilakukan seseorang, baik dalam hal baik maupun buruk akan selalu kita kritisi.
Tujuannya tak lain adalah untuk mempermalukan atau menjatuhkan. Tentu hal ini menjadi tidak sehat. Apalagi apa yang kita lakukan ada unsur dendam pribadi.
Kalau ini yang terjadi. Bolehlah periksa hati kita. Mungkin kita masih punya pembenaran tujuan kita adalah untuk kebaikan. Tapi yang namanya sikap sinis, pastilah bukan hal yang baik.
Yang lebih parah lagi adalah atas nama mengkritik. Tapi itu tak lain hanya rasa sirik terhadap kelebihan seseorang.
Karena ketidakmampuan kita. Lalu kita menjadi sibuk dan repot mencari detail kesalahan orang lain. Tatkala menemukan kesalahan itu, kita menjadi gembira. Kita merasa memiliki senjata untuk mengkritik orang tersebut.
Ini ibarat seseorang pegawai lama yang iri terhadap pegawai baru yang lebih berprestasi. Karena kemampuannya yang pas-pasan, sehingga posisinya jalan di tempat.
Seorang pegawai baru yang lebih berprestasi, sehingga cepat naik jabatan dan menjadi kesayangan bos. Tentu ini membuat sirik pegawai lama.
Inilah yang kemudian membuat pegawai lama tersebut untuk mencatat setiap kesalahan pegawai yang lebih berprestasi itu. Lalu dilaporkan ke atasan untuk mencari muka. Bukannya ia merenungi dan intropeksi atas kesalahannya. Mengapa prestasinya tidak meningkat.
Begitulah sikap sirik itu membuat kita menjadi seorang jagoan melihat kesalahan orang lain.
Kesimpulannya. Ketika kita hendak mengkritik seseorang atau suatu persoalan. Teliti terlebih dahulu. Apakah kita murni dan sungguh-sungguh melakukannya demi kebaikan. Tidak ada unsur sinisme dan sikap sinis.
Tidak perlu menjadi orang yang kelihatan baik dengan sikap sinis dan sirik kita. Bila tak ada niat baik dalam mengkritik, saya pikir lebih baik duduk diam saja.
Tapi diam-diam saya masih berpikir keras. Apakah tulisan ini ada unsur sinis dan sirik?


                                                                     DENGKI
 Dalam Al-Quran Allah berfirman yang artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang di karuniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (karena) bagi seorang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah yang maha mengetahui segala sesuatu. (An-Nisa: 32). Dendam dalam bahasa Arab di sebut hiqid, ialah "Mengandung permusuhan didalam batin dan menanti-nanti waktu yang terbaik untuk melepaskan dendamnya, menunggu kesempatan yang tepat untuk membalas sakit hati dengan mencelakakan orang yang di dendami". Berbahagialah orang yang berlapang dada, berjiwa besar dan pema 'af. Tidak ada sesuatu yang menyenangkan dan menyegarkan pandangan mata seseorang, kecuali hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang sehat, bebas dari rasa kebingungan dan bebas dari rasa dendam yang senantiasa menggoda manusia. Seseorang yang hatinya bersih dan jiwanya sehat, ialah mereka yang apabila melihat sesuatu nikmat yang diperoleh orang lain, ia merasa senang dan merasakan karunia itu ada pula pada dirinya. Dan apabila ia melihat musibah yang menimpa seseorang hamba Allah, ia merasakan sedihnya dan mengharapkan kepada Allah untuk meringankan penderitaan dan mengampuni dosanya. Demikianlah seorang muslim, hendaknya selalu hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang sehat, rela terhadap ketentuan Allah dan terhadap kehidupan. Jiwanya bebas dari perasaan dengki dan dendam. Karena perasaan dengki dan dendam itu merupakan penyakit hati, yang dapat merembeskan iman keluar dari hati, sebagaimana merembesnya zat cair dari wadah yang bocor. Islam sangat memperhatikan kebersihan hati karena hati yang penuh dengan noda-noda kotoran itu, dapat merusak amal sholeh, bahkan menghancurkannya. Sedang hati yang bersih, jernih dan bersinar itu dapat menyuburkan amal dan dorongan semangat untuk meningkatkan amal ibadah, dan Allah memberkahi dan memberikan segala kebaikan kepada orang yang hatinya bersih. Oleh karena itu, jamaah muslimin yang sebenarnya, hendaknya jamaah yang terdiri dari orang-orang yang bersih jiwanya dan sehat hatinya, yang terdiri di atas saling cinta mencintai, saling kasih mengasihi, sayang menyayangi, yang merata, di atas pergaulan yang baik dan kerjasama yang saling menguntungkan timbal balik, di dalamnya tidak ada seorang yang untung sendiri, bahkan golongan yang semacam ini, sebagaimana di gambarkan dalam Al-Qur'an yang artinya: "Yang orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa 'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha penyantun lagi maha penyayang". (Al-Hasyr: 10). Apabila rasa permusuhan telah tumbuh dengan suburnya, sampai berakar, dapat mengakibatkan hilangnya rasa kasih sayang dan hilangnya kasih sayang dapat mengakibatkan rusaknya perdamaian. Dan jika sudah sampai demikian, maka dapat menghilangkan keseimbangan yang pada mulanya menjurus kearah perbuatan dosa-dosa kecil, dan akhirnya dapat mengarah kepada dosa-dosa besar yang mengakibatkan turunnya kutukan Allah. Perasaan iri hati karena orang lain memperoleh nikmat kadangkala dapat menimbulkan khayalan yang bukan-bukan sampai membuat-buat kedustaan. Islam membenci perbuatan demikian dan memperingatkan jangan sampai terjerumus kedalamnya. Mencegah adanya ketegangan dan permusuhan, menurut Islam merupakan ibadah yang besar, sebagaimana sabda Nabi saw yang artinya: "Maukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama dari puasa, shalat dan shadaqoh?, Jawab sahabat: "Tentu mau". Sabda Nabi saw: "yaitu mendamaikan di antara kamu, karena rusaknya perdamaian di antara kamu adalah menjadi pencukur yakni perusak agama". (HR. Abu Daud dan Turmudzi). Syaitan kadangkala tidak mampu menggoda orang-orang pandai untuk menyembah berhala, tetapi syaitan sering juga mampu menggoda dan menyesatkan manusia, melalui celah-celah pergaulan dengan cara merusak perdamaian diantara mereka itu sendiri, sehingga dengan hawa nafsunya yang tidak terkendalikan, mereka tersesat dan tidak mengetahui hak-hak Tuhannya, bagaikan menyembah berhala. Di sinilah syaitan mulai menyalakan api permusuhan di hati manusia dan jika api permusuhan itu telah menyala, ia senang melihat api itu membakar manusia dari zaman ke zaman, sehingga turut terbakarnya hubungan dan segi-segi keutamaan manusia. Kita harus mengetahui bahwa manusia itu berbeda-beda tabiat dan wataknya, berbeda-beda kecerdasan akal dan daya tangkapnya. Karena itu dalam pergaulan dan pertemuan di lapangan kehidupan, kadangkala mereka membuat kesempatan yang mengakibatkan perselisihan dan permusuhan. Maka Islam telah memberikan cara penanggulangan mensyari'atkan penepatan akhlak yang baik, yang membuat hati mereka luluh dan sarat berpegang kepada kasih sayang. Dan Islam melarang memutuskan hubungan dan berbantah-bantahan. Memang kita sering merasakan seolah-olah kejelekan itu dilemparkan kepada kita, sehingga kita sering tidak mampu mengendalikan perasaan dan kejengkelan kita, yang apabila fikiran kita sempit, maka timbullah niat untuk memutuskan hubungan dengan si pemeluknya. Tetapi Allah tidak rela perbuatan yang demikian. Memutuskan hubungan sesama muslim dilarang, sebagaimana sabda nabi saw yang artinya: "Janganlah kamu putus hubungan, belakang membelakangi, benci membenci, hasut menghasut. Hendaknya kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara satu sama yang lain (yang muslim) dan tidaklah halal bagi (setiap) muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari". (HR. Bukhori dan Muslim). Dalam hadits ini dinyatakan batas tiga hari, karena pada waktu tiga hari kemarahan sudah bisa reda, setelah itu wajib bagi seorang muslim, untuk menyambung kembali hubungan tali persaudaraannya dengan saudara-saudaranya sesama muslim, dan membiasakan perilaku yang utama ini. Karena putusnya tali persaudaraan ini tak ubahnya seperti awan hitam atau mendung apabila telah di hembus angin, maka hilanglah mendungnya dan cuacapun menjadi bersih dan terang kembali. Ringkasnya, hendaknya orang-orang yang mempunyai penyakit hati, seperti rasa dendam, iri hati, dan dengki selalu ingat bahwa kekuasaan Allah mengatasi segala kekuasaan. Dan hendaklah ia ingat, bahwa harta benda dan kedudukan yang bersifat duniawi itu selamanya tidak kekal. Paling jauh dan lama, sepanjang hidupnya saja, bahkan mungkin sebelum itu. Dalam Al-Quran Allah berfirman yang artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang di karuniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (karena) bagi seorang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah yang maha mengetahui segala sesuatu. (An-Nisa: 32). Oleh Abbas Shofwan Matla'il Fajr







Minggu, 18 Maret 2012

ngunduh kawruh woh ing pakarti

lakukan yang terbaik jadi diri sendiri ikuti kata hati .ingat bahwa hidup ga untuk selamanya..di alam dunia inilh tempat kita bercocok tanam,ayo mari kita mencoba menebar benih kebaikan ,dan tetap selalu di iringi dengan doa,karena kekuatan doa lebih utama,karena usaha tanpa doa itu sombong dan berdoa tanpa usaha itu akan sia sia.

dua cara di atas tadi di lakukannya harus bebarengan..dan sejajarkan lah mulut lisan hati kita, berhati2lah dalam berucap karena akan menjadikan doa buat kita.
Bismillahirrahmanirrahiim

Cara mulia dan terpenting yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah dengan bertawasul kepadaNya dengan nama-namaNya yang baik.Allah telah memerintahkan kita dalam Al-Qur'an untuk berdoa dengan menyebut nama-namaNya. Sebagaimana firman-Nya :

" Hanya milik Allah-lah al-Asma al-Husna',maka bermohonlah dengan menyebut Asmaul al-Husna' itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam ( menyebut ) nama-namaNya.Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
( QS. Al-A'raf " 180).

Dalil
Nama ini disebutkan di dalam firman Allah Ta'ala :"Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
( QS. al-Baqarah : 158 ).

Penjelasan Nama
Asy-Syakir membalas hamba atas amalan-amalan mereka dan melipatgandakan pahala untuk mereka.Dia membalas syukur mereka dengan menambah kenikmatan-kenikmatan di dunia dan ampunan yang luas di akherat

Allah Ta'ala asy-Syakir meridhai amalan hamba-Nya walaupun sedikit, untuk memuliakan mereka dan memotivasi mereka agar menambah rasa syukurnya.Meskipun Dia telah menjelaskan janji dan ancaman untuk mereka, tapi Dia mensyukuri dan melipat gandakan pahala, menerima taubat dan menghapuskan dosa yang Dia kehendaki.

asmaul husna,asy-syakir,menebar kebaikan

Dan Allah tidak membutuhkan kita dan syukur kita, tidak membutuhkan ketaatan kita atau amalan-amalan kita sedikit pun, akan tetapi Dia tetap memuji siapa yang taat kepada-Nya serta memberinya pahala agar manfaat itu kembali kepada kita, maka Dia disyukuri karena itu.

Doa-Doa yang berkaitan dengan nama asy-Syakir :

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'laihi wa sallam bersabda :"Maukah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa ? Bacalah "Ya Allah, bantulah kami untuk bersyukur kepada-Mu, berdzikir dan beribadah yang baik kepada-Mu."
( Shahih al-Jami' (81)

Pengaruh
Orang yang mengesakan asy-Syakur akan bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang sempurna, ia bersyukur kepada manusia yang telah Allah jadikan sebab dimana rezeki itu datang memulai tangan-tangan mereka.
Dalam hadist shahih dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah shallalalahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Tidak bersyukur kepada Allah siapa yang tidak bersyukur kepada manusia."
( Ibid (7719 )

Dalam hadist shahih yang lain dari Tsauban r.a bahwa beberapa shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada beliau :"Beritahukan kepada kami harta manakah yang paling baik, niscaya kami akan mengambilnya." Maka beliau bersabda :"Harta yang paling utama adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan isteri beriman yang membantunya dalam keimanannya."
( Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (1913 ).

Semoga bermanfaat. Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...