atau cinta puisi ~ NGUNDUH KAWRUH WOHING PAKARTI

Kamis, 12 April 2012

cinta puisi

aku bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
begitulah cinta,
menempuh gelombang adiwarna
bagai cemeti bergelatar di dada
begitulah cinta,
menempuh puncak puncak dosa
bagai jamuan yang datang dari surga
begitulah cinta,
wahai layla,
jadilah bumi dan aku matahari
kemudian diam dan berhenti
biarkan matahari yg mengitari bumi
karena aku bersaksi bahwa bumi adalah pusat semesta
bukan perkataan dungu yg berbicara matahari sebagai pusat semesta
kata ibrahim pada namrudz
terbitkanlah matahari dari barat
tak mungkin matahari diam
matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam
Eli katakan dalam kalam
Eli takdirkan mereka miliki garis edar
mungkinkah matahari diam?
wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah
wahai layla
jangan ragukan cintaku pada layla
tapi boleh kau ragukan cintaku pada Dia
wahai layla,
dirimu lebih dari secawan arak
biar, biar, biar kuanggap ini nira
ragaku hitam dan kini dihuni setan
meminta tumbal jiwa jiwa yg haus
melahap dosa dengan rakus
begitulah cinta……
ku tukar darussalam dengan layla
kubenamkan diri dalam dosa
begitulah cinta……
biar darussalam menjadi milik yang lain
tapi jangan jadikan cinta ini milik yg lain
begitulah cinta…….
ingin dicintai-Nya
tapi kuberikan cintaku pada layla
kuminta kasih-Nya
tapi kuberikan kasihku pada layla
jiwaku kosong tanpa layla
tapi pesta pora tak ada Dia di dada
cintaku nisbi
matikan syaraf dari rambut sampai ke jari kaki
ku pilih rasa rindu yg menyesakan dada
bukan rasa rindu yg menenangkan jiwa
kupilih rasa gelisah karena takut kehilangan layla
bukan gelisah memikirkan kumiliki neraka atau syurga
kupilih rasa amarah karena diabaikan layla
bukan amarah karena hidup tak sesuai dengan rencana sang pencipta
begitulah cinta……
bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata

                         
Aku ingin lari dari keputusasaan ini
lepas dari cengkeraman keraguan
dan berusaha kuat dengan ketidakberdayaanku
aku tidak mau dibilang lemah
hanya karena tangisan yang keluar dari mata
aku tidak ingin dikatakan rapuh
hanya karena besarnya rasa cintaku
tapi aku hanya mampu diam
dan membiarkan semua begitu saja
tetap seperti adanya
mengalir sampai ke tempat tujuannya…
Aku akan tetap berusaha sabar
berdiri tegar dengan sisa-sisa tenagaku
aku yakin semua keputusasaan, keraguan, dan ketidakberdayaan
itu akan lenyap menghilang
seiring dengan bergantinya musim
aku tidak akan kehilangan cintaku
karena aku yakin cinta yang kupunya tak’kan habis
yang hanya kupersembahkan untukmu
wahai cinta sejatiku….
Kau yang memenuhi seluruh ruang dalam hatiku
Kau pula yang menjadi nafasku
kau yang selalu datang di setiap mimpiku
kau pula yang selalu mengisi hari-hariku
kau…kau…kau…
hanya kau cinta terakhir dalam hidupku
hanya kau cinta sejatiku…
hanya kau…
tak’kan pernah kuduakan cintaku
           

saat ku berjalan menyusuri waktu yang lalu
tak ada kata maupun sapa
seperti pula mendung kelabu yang merebak dalam hidupku
pilihannya adalah menangis dalam hujan
atau tertawa saat pelangi hadir
hujan akan berlalu
demikian kisah ini
ini adalah yang terbaik
kita sudah berbeda
kau malaikat sempurna
dan aku hanya seorang pangeran kelana
jika Surga adalah rumahmu
maka pergilah ke Surga
carilah seorang Malaikat pula sepertimu
jika Bumi dan tanah adalah pijakanku
maka aku akan berakhir dengan kematian
tak sempurna dan tak abadi
aku hanya seorang manusia
selalu salah dan berdosa
ingatlah wahai Malaikat yang pernah meratu dihatiku
pernah kamu memijakan kaki ke tanah
dan aku jatuh cinta denganmu
bukan sebuah makna
melainkan bahasa kita berbeda
bahasa kalbumu terlalu dalam
aku tak akan menyalahkan siapapun
yang pernah menyiksaku
karena aku mencintaimu dan salah
semua terserah padamu
tak bisa memaafkan aku
tak bisa lagi menjadikanku sahabat
tak nyaman lagi dgnku, seperti yg kau katakan
tak apa, aku anggap fair
dengan apa yang telah aku sakitimu
aku tak akan mengganggumu lagi
jangan salahkan siapapun
jika aku hanya mencintaimu
hidup sendiri tak ingin cinta
hanya menantimu
jangan salahkan siapapun pula
jika suatu saat manusia serupa malaikat
hadir dalam hidupku
menyempurnakan aku
dia bukan kamu
kamu ingin salahkan
Dia, Yang memberi dan menghentikan nafas??
masa depan itu buram
ada sebuah titik disana
itu takdir
takdir tidak mesti apa yang menjadi harapan dan cita2 kita
tapi itu selalu menjadi yang terbaik
seharusnya kamu bahagia
aku mengkhiri ini
seharusnya kamu senang
aku mengakhiri ini
seharusnya kamu berhenti membicarakan ttg kisah ini
itu yg membuatmu kelam
dan kini kuyakini
aku bukan yang terbaik
dan kamu bukan untukku
hiduplah sewajarnya
ikuti kata hati
bernafas, melihat, mendengar, bicara, dan merasakan
satu diantaranya harus kamu lakukan
kau tahu mengapa pelangi itu indah??
karena warnanya?
karena bentuknya?
bukan itu
karena dia hadir ketika hujan berhenti
seperti itu pula aku mengakhiri ini semua
selamat tinggal
bukalah lembaran barumu
selalu berdoa untukmu…
aku hanya ingin kamu tersenyum sekarang..


              
hujan…….
kau membawa butiran air berirama
mengingatkan aku padamu cinta….
yang saat ini telah mengisi ruang hati dan jiwaku
tak pernah bisa kutepiskan walau sedetik bayanganmu yang selalu hadir dibenak fikiranku
kau memberi warna terindah dalam hidupku
kau memberi kesejukan kala gundah menjenguk kalbuku
kau yang bisa membangkitkan kembali semangat juangku
tika kukelemasan
sungguh engkau sangat berarti dalam hidupku
kau yang mengukir kenangan_kenangan manis dan pahatan terindah didinding_dinding sanubariku
mungkin kita tak akan pernah tahu akan takdir yang telah ditetapkan untuk kita
namun kuakan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu
tak pernah ada rasa bosan dihatiku untuk terus menunggu waktu memberi restu
akan perwujudan rasaku dan rasamu
disini senantiasa kusulam do’a dalam jaga dan lelapku semoga penantian ini kan segera sampai kemuara,
menjadi jembatan untuk kita mengecapi bahagia yang sesungguhnya…


         
melangkahku dalam keremangan senja
saat rasa membayang pada hati yang penuh kelembutan
seulas senyum dalam keindahan
senja merambat malam, membawa seribu tanya dan resahku
memaknai mimpi-mimpiku yang hanya tentangmu
kau masih ada dan akan selalu ada dihati dan jiwaku
sesaat pernah kita rasakan cinta kita yang penuh ujian
kitapun berhasil melewatinya
gelora kasih kita begitu kuat laksana tali pengikat
sementara taburan bintang menyaksikan dan rembulan malam menjadi teman
sebagai saksi bisu akan bertautnya dua hati yang ingin selalu mengisi dan memberi cinta kasih dilubuk hati
ada hadirmu warnai hari-hariku
ketika sukmaku lara dalam penantian panjang
ada lembutmu menyapa kegalauanku dan kegelisahan dikerinduanku
ayat-ayat keindahan cinta yang telah kau lafadzkan padaku
mengugah hatiku untuk terus berharap lebih tentang keabadian kasih ini
cinta…..
akankah senyum itu selamanya hanya untukku…?
masihkah rindumu adalah milikku…?
aku tak ingin bermimpi,
aku tak mau hal yang tak pasti…
karena amanat cinta haruslah nyata
agar senantiasa damaikan jiwa
terima kasih cinta…
untuk segenap rasa yang engkau beri untuk diriku….


Cantiknya malam
memanggilku penuh rindu ;
duduk diam, terpaut senyum kecil
Malam adalah sahabatku
angin malam, tolong antarkan
suratan hatiku
pada kekasihku di ujung sana
Termangu aku membayang
Tersipu aku mengungkap
Bunga mawar pink di hatiku
kini tumbuh dan tumbuh
menjadi pagoda alam cinta
di duniaku
Hangatnya mentari pagi,
merasuk tubuhmu ;
saat aku menyentuh tubuhmu
Cantiknya fajar sore,
menghias senyum manismu ;
rindu aku akan ciumanmu
Gagahnya sang rembulan,
menjadi bagian dirimu ;
maka aku tentram di pelukmu
Bintang mana tak bersinar,
karena cintamu
dan bintang itu tak akan pernah redup,
karena setitik kasih sayangmu
Aku memohon pada Sang Waktu
‘tuk menjadi saksi
dari keabadian cinta kita …


Senyum bagai air di pegunungan..
Senyum bagai air pelepas dahaga..
Senyum bagai kerinduan seoang kekasih..
Senyum bagai titisan sang dewi….
Senyum yang menyembuhkan..
Senyum yang memberikan kekuatan..
Senyum yang melunakkan..
Senyum yang meruntuhkan dunia…
Senyum yang meringankan semua…
Senyum yang mampu atasi dunia ini..
Senyum pula..
Yang membawaku padamu…
Senyum juga..
Yang membawa dirimu padaku..
Senyum pun bicara…
Bahwa kita tak sendiri..
Bahwa smua menyayangi..
Bahwa smua dapat diatasi..
Bahkan…senyum pun bicara…
Betapa kau berharga untukku…
Betapa ku tetap menunggumu…
Betapa berharganya engkau untukku….
Betapa kumerindukan dirimu..
Betapa kasih ini tetap setia…
Senyum..dan senyum..
Senyum yang indah..
Senyum yang tulus..
Senyum dari dalam jiwa..
Senyum tidak di mulut..
Tapi senyum di hati…
Saat jiwa tenang..
Saat semua menjadi satu kesatuan..
Saat alam semesta menyatu dalam diri..
Senyum ada di sana…
Senyum yang lembut…
Senyum yang halus…
Membawa dalam angan – angan lembut..
Membawa dalam tekad yang terkuat..


Rasa cemburu ini,
tiba-tiba muncul di saat aku menyaksikan langsung kau di rangkul oleh orang laen selain aku,
Aku tak mampu berbuat apa-apa,
Aku tak mampu mencegahnya,
Aku sadar,
aku bukanlah kekasihmu,
Yang pantas mengurusi masalah pribadimu,
Meskipun aku sangat mencintaimu,
Namun,
Rasa cintaku ini, tak mampu aku luapkan kepadamu,,
Biarlah, aku sendiri yang merasakan semua ini,
Biarlah,, rasa cintaku padamu aku pendam di dada ini,
Dan rasa cemburu yang begitu besar ini,
Biarlah menghiasi dan berlalu dengan sendiri…

Cukup Sampai Disini
Kebohongan itu begitu itu indah saat keluar dari bibirmu,..
Penghianatan itu terlihat sangat wajar jika kamu yang melakukannya,..
Begitu mudah kau kuburkan cerita indah kita..
Begitu mudah kamu berkata… kita “cukup sampai disini”.
Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri
Aku seperti kehilangan mata untuk melihat
Bagaimana cara aku melupakan kamu…
Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…
Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..
Yang aku tau semua hal yang dulu manis, kini berubah menjadi sangat menyakitkan..
Entah mengapa kamu berubah hati padaku..
Entah mengapa tak ada kesempatan kedua untukku..
Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..
Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..
Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..
Padahal sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..
Entahlah, mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..
Mengapa aku berfikir, jalan ini terlalu pahit dan rumit untuk kulalui…
Mengapa kadang aku berfikir tak ada lagi hari yang harus aku lalui..
Apakah harus kuakhiri hidup sampai disini..
Mungkin, lebih baik aku mati…
Aku kecewa..
Aku putus asa..

Remuk Hati Ini
senja menutupi mega
rintik gerimis mewarnai hari
hati yang telah patah
terbasahi hujan air mata
kau pergi tiada pamit
tetes darah yang kau tinggalkan
menjadi luka di hati
Ya Allah…..
tempatkan lah ia di surga-Mu
pertemukan lah kami
dengan Kasih dan Ridha-Mu
Amien.

Lupakan Hati Ini
saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku
tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku
semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi
tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku

Kekasih Yang Tak Dianggap
aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan
selalu itu yg kau ucapkan padaku
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

Semua Palsu
teringat masa indah bersamamu ..
tiada ragu jalani hidup denganmu ..
banyak kata terucap untukku ..
takku kira semua itu palsu ..
kau hancurkan aku ..
teganya dirimu ..
kau bohongi aku ..
kau duakan cintaku ,,
kau sakiti hati nii yg setia menyayangimu …
banyak kata terucap manis untukku ..
takku kira semua itu palsu ..
kau hancurkan aku ..
teganya dirimu


Kepada Senja
Kepada senja aku mengadu
Menangisi kepergianmu dari hidupku…
mengapa bahagia itu hanya sesaat saja..
Laksana hujan yang terus mencumbui bumi…
Laksana gerimis yang selalu mendekap pagi..
Aku disini terpaku dalam diam..
Kepada senja aku mengadu..
Betapa pedih hatiku ini
Kau menghilang bak ditelan bumi..
Hanya goresan kecil yg menyayat kalbu..
kau tancap dalam pilunya hatiku…
Bahwa kau tak bisa mencintaiku…
Kepada senja aku mengadu
Rindu ini menghujam jantungku
Bagai ombak besar yg menghantam dadaku
Hingga aku tak bisa bernafas karena desakan
rasa rindu yg sangat kuat…
Oh cinta mengapa taqdirnya begitu kejam..
Kau berikan aku dia tp kau sekap dia dalam kesunyian malam..
kini aku hanya pasrah dalam diam
Hatiku telah membeku dimakan waktu

KABAR HUJAN
Apa kata hujan hari ini?
Dia masih menangis sedih
Karena bumi yang diguyurnya masih menyisakan kemarau
Pohon-pohon belum juga menghijau
Daunnya meranggas
Rantingnya kurus pucat
Hanya akarnya yang tegar menghujam
Setia menanti hujan datang lagi di keesokan harinya
Seperti inikah jejak yang harus kutapaki?

DI UJUNG KATA-KATA
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara
Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan
Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu

HANYA PADAMU
Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali
Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..

KATA-KATA MATI
Kata-kata mati mengepungku
Terlalu banyak definisi yg hinggap hingga lidahku kelu
Kata-kata menjadi sedemikian langka
Seolah aku tak mampu membahasakan cintaku padamu
Semua telah terkurung di ruang pengharapanku
Berisi namamu serta berjuta kenangan yg hadir & kumaknai kedalamannya
Aku tak ingin membongkarnya,
Meski kata-kata mati telah menusukkan kesedihan di pusat jantungku

 senja yang beriring jadikan setiap tatapan ku kian redup n teduh
seakan jiwa ini terasa lemah untuk jejaki alunan waktu yang beranjak kian pergi
tinggalkan angan yang bahagia bersama senyum nan sejuk disinggahi

akankah semua cerita hari yang ku temui dapat jadikan lisan ku kembali bersinar
sampai semua dapat dialiri dengan keindahan hati demi seutas harapan ketenangan jiwa
 menjejaki tiap waktu yang berjalan

segala angan hanya tinggal cerita ,,
cerita tiap cerita semakin terasa kiasan q ukir dihati
ceria hanya sekedar melumpuhkan kegelisahan
demi menatap keceriaan yang ku hadiri dlm kebersamaan 

wlw rintihan jiwa ini terkadang susah untuk dimengerti
namun ini la kehidupan yang slalu beriring dengan masalah
n tekateki yang semestinya kita pahami
hingga suatu hari nanti kita kan petik maksud bersama tujuan harapan hati untuk hadir dlm dunia ini
hanyalah tuhan dengan kebesarannya kita di buat mengerti n dapat memahaminya
bagaaimana Puisi Galau : Rintihan Jiwa  bikin galau gak? moga nggak buat temen2 di tunggu ya puisi maupun cerpennya,,,  say no to Galau

KEHADIRANKU kali ini setelah memosting sebuah Cerpen Galau yang berkisah kan cinta yang berbeda agama yang tidak dapat disatukan lagi tentunya sangat sedih dan romantis kalau yang satu ini merupakan Puisi Cinta Romantis tentunya sangat romantis kayak nya lagi di mabuk cinta heheh kayak lagu aja
 Air Mata Dalam Kenangan

Menjauhlah dariku…

Aku tak ingin bayanganmu masih disini..

dan aku juga tak ingin melihat ratapanmu itu…

bagiku, senyumanmu adalah luka di hatiku…

dan canda tawamu, adalah kebodohan di masa lalu..

dan semua janji kita hanya lah karangan indah yang semu..

kini..,

dimana hatimu..

dimana bukti bahwa dulu kita adalah satu..??

di bawah lindungan pohon kita berteduh..

dari dingin nya hujan kala senja di hutan itu…

diantara air mata kita saling bercerita..

tentang kekecewaanmu terhadap ku..

dan kekecewaan ku kepadamu..

seringnya suatu masalah yang tak terselesaikan..

berakhir dengan canda tawa dan hangatnya pelukan..

seringnya kau membunuh perasaanku..

dengan mengatakan bahwa semua kan baik2 saja..

saat kita berpisah..

sungguh tak berharga cinta itu…

dan sekarang..,

semua telah berlalu…

roda waktu hanya akan membunuh dan menggilas setiap tetes setiaku..

kehidupan kita telah terpisah…

tak ada waktu lagi tuk bersama…

takkan lagi ada canda tawa dalam kita saling bersuara…

semakin sesak nafas kurasa…

kehidupan yang telah kau pilih sendiri arah nya…

tanpa sadar telah kau buat ku bersedih…

dan setiap kenangan bersamamu adalah air mata bagiku…


0 komentar:

Posting Komentar