atau berbuat baik ~ NGUNDUH KAWRUH WOHING PAKARTI

Rabu, 11 April 2012

berbuat baik

JANGAN BERHENTI BERBUAT BAIK
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”
Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun.” “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, ”Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda.”
Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Semua dokter di kota itu sudah turun tangan sekuat tenaga. Namun malang bagi wanita tersebut para dokter sudah tidak sanggup menanganinya dan pasrah kepada Tuhan.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.
Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!. dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar
tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi…
“Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu…” tertanda, dr. Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa, “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
space
HIKMAH DIBALIK KISAH TERSEBUT
Seringkali ketika kita berbuat baik, rasa pamrih senantiasa mengiringi. Kita selalu berharap bahwa kebaikan kita akan dibalas oleh orang yang kita tolong. Namun kerapkali kita menjadi kecewa sendiri karena apa yang kita harapkan tidak terjadi.
Maka dari itu, berhentilah mulai sekarang. Berhentilah memikirkan apa balasan yang akan kita terima ketika berbuat baik. Lakukan saja tanpa berpikir macem-macem. Be Ikhlas…
Ketika kita sudah pada tahapan ikhlas dalam menyebarkan kebaikan, maka percayalah, Allah sendiri yang akan turun tangan membalas segala kebaikan yang kita lakukan. Dan jika Allah yang membalas kita, selalu ada dua kemungkinan:

               
  1. Balasannya berlipat-lipat ganda. Ini adalah janji Allah di dalam Al-Qur’an yang selalu ditepati.
  2. Bila Allah yang membalas kebaikan kita, niscaya balasannya adalah sesuatu yang terbaik bagiNya, dan merupakan anugerah besar bagi kita umat manusiaNya.
Buat Anda yang saat ini masih ”pelit” dalam berbuat kebaikan dan menyimpan rasa pamrih berubahlah… Siapa tahu dengan berubah Allah akan lebih bermurah hati kepada Anda dan membuat hidup Anda lebih indah.
Sedangkan untuk Anda yang saat ini memiliki hobi menebar kebaikan, jangan pernah berhenti sekalipun tidak ada manusia yang mengetahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.
Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan memotivasi Anda semua, khususnya saya pribadi.

              
Terjemahan: Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. 28:84)

 “Dan berbuat baiklah krn sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik.” . Ali bin al-Husain memiliki hamba sahaya perempuan. Suatu hari sang budak menuangkan air wudu untuknya. Tanpa disengaja ceret tempat air wudhu jatuh menimba wajah Ali hingga terluka. Ali Zainal Abidin dgn marah menatap wajah sang budak. Merasa bersalah sang budak berkata “Sesungguhnya Allah berfirman ‘Wal kaazimiinal ghaidl’ .” Ali menjawab “Aku telah menahan amarahku.”Hamba sahaya berkata lagi “Wal ‘aafiina ‘anin nas” . Ali menimpali “Semoga Allah memaafkan kamu.”Ia berkata lagi “Wallahu yuhibbul muhsiniin” .Ali membalas “Engkau telah kubebaskan krn Allah Azza wa Jalla.” . Subhanallah! sungguh sebuah sikap yg mengagumkan. Amarah yg berhenti dalam sekejab krn dibacakan ayat disusul pemberiaan maaf bahkan pembebasan budak krn dorongan berbuat ihsan. Tercermin sebuah kematangan emosi pengagungan akan ayat Allah dan sikap memilih dan melakukan yg terbaik . Itulah profil muslim. Karena Islam dibangun di atas tiga pilar Islam iman dan ihsan. “Tadi adl Malaikat Jibril yg datang kepada kalian utk mengajarkan persoalan din kepada kalian.” Itulah jawaban Rasulullah ketika malaikat datang dan bertanya perihal Islam iman dan ihsan. Jadi dinul Islam dibangun di atas ketiganya. Perbuatan ihsan itu banyak bentuk dan ragamnya. Ihsan dalam hal ibadah seperti jawaban Rasulullah saw. kepada Jibril “Ihsan adl hendaklah engkau beribadah kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu.” . Ihsan dalam ibadah adl adanya rasa selalu diawasi Allah Taala ketika menunaikannya seolah ia melihat Allah atau minimal merasakan bahwa Allah melihatnya. Untuk itu harus dilakukan dgn menyempurnakan syarat rukun sunah dan tata-caranya. Karena ibadah tidak akan dilihat oleh Allah jika menyelisihi tata-cara yg disyariatkan. Demikian ditulis oleh Abu Bakar al-Jazairi dalam Minhajul Muslim. Beliau juga menilis bentuk-bentuk berbuat ihsan dalam bidang muamalah misalnya dgn berbuat baik kepada orang tua sanak keluarga anak yatim orang miskin musafir pembantu manusia secara umum dan hewan seperti tersebut dibawah ini. Berbuat baik kepada orang tua bisa dgn menaatinya memberikan kebaikan kepada keduanya tidak menyakiti keduanya mendoakan keduanya memintakan ampun utk keduanya melaksanakan wasiat-wasiat keduanya dan menghormati teman-teman keduanya. Berbuat baik kepada sanak keluarga misalnya dgn menyayangi mereka lemah lembut terhadap mereka mengerjakan perbuatan baik bersama mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yg menyusahkan mereka dan tidak menjelek-jelakkan ucapan mereka. Berbuat baik kepada anak yatim ialah dgn menjaga harta mereka melindungi hak-hak mereka mendidik mereka membina mereka tidak menyakiti mereka tidak memaksa mereka ceria di depan mereka dan mengusap kepala mereka. Berbuat baik kepada orang-orang miskin adl dgn menghilangkan kelaparan mereka menutup aurat mereka menganjurkan manusia memberi makan kepada mereka tidak mencaci kehormatan mereka tidak menghina mereka dan tidak menimpakan kesusahan kepada mereka. Berbuat baik kepada musafir ialah dgn memenuhi kebutuhannya menutup aibnya menjaga hartanya melindungi kemuliannya memberinya petunjuk jika ia meminta petunjuk dan menunjukkannya jika tersesat. Berbuat baik kepada pembantu adl dgn menggajinya sebelum keringatnya kering tidak menyuruhnya mengerjakan pekerjaan yg tidak mampu dikerjakan menjaga kemuliaannya dan menghormati kepribadiannya. Jika pembantu tersebut menetap di rumah yg dibantu baginya memberi makan seperti yg ia makan memberi pakaian seperti yg ia kenakan. Berbuat baik kepada manusia secara umum antara lain dgn berkata lembut kepada mereka mempergauli mereka dgn pergaulan yg baik setelah sebelumnya menyuruh mereka kepada kebaikan melarang mereka dari kemungkaran memberi petunjuk kepada orang yg tersesat di antara mereka mengajari orang jahil di antara mereka mengakui hak-hak mereka tidak mengganggu mereka dgn mengerjakan tindakan yg membahayakan mereka dan lain sebagainya. Berbuat baik kepada hewan adl dgn memberinya makan jika lapar mengobatinya jika sakit tidak membebani dgn muatan yg tidak mampu ditanggungnya lemah lembut terhadapnya jika bekerja dan mengistirahatkannya jika lelah. Begitulah bentuk-bentuk ihsan. Semoga kita tergolong dalam barisan muhsinin yg dicintai Allah seperti dalam firman di atas “Dan berbuat baiklah krn sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik.” . Wallahu a’lam bish shawab.

0 komentar:

Posting Komentar