atau mengenal diri ~ NGUNDUH KAWRUH WOHING PAKARTI

Selasa, 10 April 2012

mengenal diri


ILMU MENGENAL "DIRI"



PENGENALAN



Kebanyakkan  manusia pada hari ini menganggap bahawa  "Hidup" itu hanyalah makan, bergerak, mencari kemewahan, bekerja dan lain lain lagi, mereka mengangap bahawa jasad kasar mereka itu hidup dengan sendiri nya yang membolehkan mereka melakukan kerja kerja harian mereka itu, tapi pernah kah mereka terfikir bahawa jasad mereka itu sebenar nya ialah benda mati yang tidak dapat hidup dan bergerak dengan sendiri nya  tanpa ada sesuatu yang menghidupkan nya?


Ketahuilah tanpa yang hidup itu jasad tidak ada erti nya. Tetapi benda mati ini lah yang dijaga dan diutamakan orang di dunia ini. Sedangkan semua tahu bila mati kelak, jasad akan busuk dan di tanam atau di bakar. Ini menunjukkan mati ialah bila hidup yang menghidupkan jasad tadi meninggalakan jasad.

Dimanakah letaknya yang di panggil hidup itu? Yang mana dengan adanya yang hidup itu lah jasad kita ini hidup dan   sebenarnya ia diam di dalam jasad kita sendiri, dan dia lah yang di panggil "DIRI" sebenar "DIRI"  dan menghidupkan jasad kita ini. Tapi pernah kah kita terfikir tentang "DIRI" itu atau cuba mencari dan mengenal nya.

Tentu nya soal yang akan timbul ialah dari mana "DIRI" itu, dimana letaknya "DIRI" itu, terdiri dari apakah "DIRI" itu, dan kemanakah perginya "DIRI" itu apabila jasad mati atau dengan lain perkataan "DIRI" meninggalkan jasad???  dan yang penting sekali bolehkah kita mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" kita itu.

BARANG SIAPA MENGENAL "DIRI" NESCAYA KENAL LAH IA AKAN TUHAN NYA

Benarkah bila kita mengenal "DIRI" maka kita akan mengenal Tuhan ??

Kita semua tahu bahawa ujud nya roh!  Tak ada sesiapa yang dapat menafikan kenyataan ini, Kerana semasa Tuhan bertanya kepada sekelian Roh  " siapa kah Tuhan kamu " dengan sepontan sekelian Roh menjawab " bahkan " yang membawa makna mereka telah pun mengenal Tuhan yang esa.:

Kisah Roh memasukki jasad Adam

Setelah jasad Adam terbaring maka Tuhan telah memerintahkan Roh memasukki ke jasad Adam, tetapi sebelum itu Roh  telah bertanya " dimanakah harus aku masukki, ya ALLAH "  dan ALLAH pun menjawab " masuk lah mana mana yang kamu senangi "  Maka masuk lah Roh melalui hidung dan dengan itu maka bernafaslah kita melalui hidung.

Ini menunjukkan bahawa sesudah Roh memasukki badan, maka barulah bermulanya kehidupan kepada jasad dan terbukti di sini bahawa Roh lah yang dikatakan penghidup kepada jasad, dan mati pada jasad ialah apabila Roh keluar apabila sampai ajal nya.




Jasad kasar kita ini terdiri dari 2 yaitu:

1. Dihidupkan

Apakah maksud dihidupkan dan bahagian mana?   Yang dihidupkan ialah Jasad kasar kita ini, ia nya di hidupkan oleh ""Roh"" yang berada di dalam Jasad. "Roh" memasukki jasad semasa kita 100 hari dalam rahim ibu kita. "Aku tiupkan sebagian dari roh ku" kata firman Allah. Sejak itu lah kita hidup di dalam rahim ibu kita dan kemudian di lahirkan kedunia dan terus menjalankan kehidupan dari bayi hingga lah akhir hayat.

2. Menghidupkan

Yang menghidupkan ialah roh, yang datangnya (diciptakan) dari Allah, yang memasuki jasad dan terus hidup, tugas roh ialah menghidupkan jasad tetapi sayang nya jasad tidak langsung terfikir bahawa roh lah yang hidup sebenar benar hidup dan menghidupkan jasad yang bila mana roh meninggalkan nya maka matilah dia di panggil orang dan di tanam atau di bakar.


MATI  IALAH  APABILA  ROH  MENINGGALKAN  JASAD

Jadi siapakan yang berkepentingan disini, tentunya jasad kerana tanpa roh maka jasad tidak bermaana langsung.

Jasad perlukan roh untuk hidup tapi kenapa roh tidak dipedulikan semasa hidup nya

Perlukah roh di kenali?

Sebelum mengenal Roh  haruslah kita mengenal "DIRI"


"BARANG  SIAPA  MENGENAL  "DIRI"  MAKA  KENALLAH  DIA  AKAN  TUHAN  NYA"

APA  KAH  "DIRI" ITU"

Untuk pengetahuan semua bahawa "DIRI" itu mendatang kemudian setelah roh memasukki jasad, bagaimana ini berlaku?

Apabila Roh berada di dalam Jasad maka perkembangan cahaya Roh itu yang memenuhi dalaman Jasad keseluruhan nya, ini telah menyebabkan ujudnya "Diri" yang  berupa  saperti jasad nya memenuhi ruang dalaman jasad nya..


Maka ujudlah "Diri" sebenar "Diri" dan "DIRI"  ini lah yang harus di kenal. 
(kenal lah diri maka kenal tuhan)

BAGAIMANA  MENGENAL "DIRI" SEBENAR "DIRI"

Ada berbagai cara dan kaedah digunakan untuk mengenal "DIRI" ini, bergantung kepada perguruan dan kaedah guru guru mengajar kepada murid murid nya. Semua perguruan ini betul dan cara apa sekali pun di gunakan, tujuan nya satu ya itu untuk mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" .

Untuk mengenal "DIRI" ini ada 3 cara:

  1. Terbuka dengan sendiri nya
  2. Ushakan sendiri untuk membukanya
  3. Dibukan oleh guru. (guru guru yang berpengalaman)

Apakah yang di maksudkan “dibuka”

Di buka maksudnya ialah membukakan jalan jalan pancaran cahaya "DIRI" itu hingga keluar dari jasad dan terpancarlah cahaya "DIRI" itu keluar dari jasad melalui jalan jalan nya dan dengan rasa yang bergetar getar pada jalan keluar nya, rasa ini dapat dirasakan dengan nyata oleh murid murid yang mempelajari ilmu ini.

Ini lah rahsia hidup kita dan "DIRI" ini lah yang menghidupkan jasad selagi ada hayatnya di dunia ini, "DIRI" ini harus di kenal dan dirasai sepenuh nya oleh kita, kerana ia mengandungi banyak rahsia dan serba guna, di dunia dan akhirat, Insyaallah.

Kenal kah "DIRI" tadi kepada Tuhan nya? Sudah tentu kerana dia datang dari sana, dari MAHA pencipta dan MAHA besar.

Banyak lag persoalan yang akan timbul apabila kita dapat mengenal "DIRI" kita yang sebenar benar "DIRI" ini, kita harus belajar dari "DIRI" ini:

Dia mengetahui kerana dia datang dari yang MAHA mengetahui
Dia bijak kerana datang dari yang MAHA bijaksana
Dia lah sebaik baik Guru
Kehidupan sebenar ialah di dalam, dan kehidupan dunia ini mendatang kemudian

Kesimpulan nya kenali lah "DIRI" kita ini yang dia lah sebenar benar "DIRI" dan kemukakan lah dia dalam segala urusan kita di dunia ini sementara menunggu hari yang kekal abadi, kerana dia kekal kerana di kekalkan.

Ilmu Mengenal "DIRI" ialah satu ilmu pengetahuan yang harus di ketahui oleh semua orang kerana tiap tiap maanusia membawanya di dalam jasad kasar mereka, harus kah penghidup jasad kita ini kita biarkan begitu saja tanpa mengenali dan merasakan nya, hanya semasa maut hampir datang menjemput baru kita sedar yang dia akan meninggalkan kita?????

                    Roh dan Jiwa
Sampai saat ini masih ada perdebatan tentang unsur-unsur yang membentuk manusia. Pengikut paham Trikotomi menganggap bahwa manusia itu terdiri dari tiga unsur: tubuh, ruh, dan jiwa. Masing-masing unsur berbeda dari yang lainnya. Berbeda dengan pengikut paham Trikotomi, pengikut aliran Dikotomi mengatakan bahwa manusia terdiri dari dua unsur saja: tubuh dan jiwa; tubuh berbeda dengan jiwa, tapi jiwa dan rooh adalah hal yang sama; hanya penyebutannya saja yang beda.
Paham dikotomi bisa jadi dipicu oleh Kisah Penciptaan atau yang sering disebut 'Creation Theory.' Dalam kisah itu, Allah mencipta manusia dari debu tanah dan menghebuskan nafas hidup ke dalam hidungnya dan oleh karena nafas kehidupan ini, manusia itu menjadi mahluk yang hidup. Jiwa dan tubuh menyatu. Tidak ada pemisahan antara keduanya.Memang ada teks kuno yang menunjukkan seolah-olah paham Trikotomi valid. Penulis hebat pada abad pertama seperti Paulus misalnya pernah menulis, "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus." Ia seolah-olah membedakan unsur rohani dan materi (tubuh). Penulis kuno yang tidak jelas indentitasnya pun pernah menulis ke kalangan Ibrani demikian, "Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang berrmata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Sepertinya kedua unsur non-materi itu berbeda satu sama lain. Yesus sendiri pernah mengatakan, "Kasihilah Tuhanmu, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Muncul kesan bahwa hati, jiwa dan akal budi adalah elemen yang berbeda.
Bila ditelusuri, pandangan Trikotomi merupakan warisan dari pemikiran Yunani. Orang Yunani beranggapan bahwa manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh dianggap materi dan diidentikkan dengan hal yang jahat; sedangkan jiwa dan ruh dianggap suci dan diidentikkan dengan hal yang baik. Mengapa ada kejahatan, menurut orang Yunani, adalah karena kejahatan dan kebaikan bersatu dalam diri manusia. Tidak mungkin harmonisasi muncul bila antara yang baik dan jahat itu menyatu. Begitulah pandangan orang Yunani Kuno.

Namun, paham Trikotomi menuai kesulitan. Paham ini sulit menjelaskan pertanyaan seperti 'di mana kemampuan mengingat, proses berpikir, emosi, kemauan, dan pengambilan keputusan terjadi?' Bagaimana relasi antara keduanya terhadap tubuh? Bagaimanakah tubuh menjalankan fungsinya? Ketika ada rangsangan yang diterima oleh panca indera, apa yang mengontrol tubuh? Bila seseorang mendengar inspirasi, di mana kemauan untuk berubah terjadi? Di mana spritualitas beroperasi? Ketika seseorang berdoa, apa yang berelasi dengan Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah dijawab pengikut paham Trikotomi.
Namun, dalam paham Dikotomi, proses berpikir, emosi, kemauan, membuat keputusan, mengingat dan spritualitas terjadi dalam roh atau jiwa. Ada relasi yang sangat dekat antara jiwa dan tubuh. Rohlah yang memimpin tubuh; bukan sebaliknya. Tubuh hanya berfungsi bila jiwa eksis. Otak, telinga, mulut, tangan, kaki, dan semua anggota tubuh hanya berfungsi bila jiwa ada. Manusia tidak bisa berpikir kalau tidak ada jiwa. Mulut tidak bisa mengucapkan kalimat kalau jiwa tidak ada. Manusia tidak bisa bergerak atau melakukan apapun kalau jiwa tidak ada. Tanpa jiwa, tubuh itu mati adanya.
Roh atau jiwa bisa eksis sekalipun terpisah dari tubuh. Jiwa bisa berbicara, mengeluh, mengerang, bersukacita tanpa bersatu dengan tubuh. Jiwa-jiwa orang yang telah mati tetap eksis sekalipun berada di surga atau di neraka. Walaupun jiwa bisa eksis tanpa tubuh, jiwa tidaklah lengkap kalau tidak bersama-sama dengan tubuh. Itulah sebabnya jiwa tidak bisa dipisahkan selamanya dengan tubuh. Bagi kalangan yang menerima kebangkitan pada akhir zaman, jiwa akan kembali disatukan dengan tubuh. Manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali. Ini sebuah misteri.



0 komentar:

Posting Komentar