ILMU MENGENAL "DIRI"
PENGENALAN
Kebanyakkan
manusia pada hari ini menganggap bahawa
"Hidup" itu hanyalah
makan, bergerak, mencari kemewahan, bekerja dan lain lain lagi, mereka
mengangap bahawa jasad
kasar mereka itu hidup
dengan sendiri nya yang membolehkan mereka melakukan kerja kerja harian
mereka itu, tapi pernah kah
mereka terfikir bahawa
jasad mereka itu sebenar nya ialah benda mati yang tidak dapat hidup dan
bergerak dengan sendiri nya tanpa ada sesuatu yang menghidupkan nya?
Ketahuilah
tanpa yang hidup itu jasad
tidak ada erti nya. Tetapi benda mati ini lah yang dijaga dan diutamakan
orang di dunia ini. Sedangkan
semua tahu bila mati kelak,
jasad akan busuk dan di tanam atau di bakar. Ini menunjukkan mati ialah
bila hidup yang menghidupkan
jasad tadi meninggalakan
jasad.
Dimanakah
letaknya
yang di panggil hidup itu?
Yang mana dengan adanya yang hidup itu lah jasad kita ini hidup dan
sebenarnya ia diam di dalam jasad kita sendiri, dan dia lah yang di panggil
"DIRI" sebenar "DIRI" dan menghidupkan jasad kita ini. Tapi pernah kah kita terfikir
tentang "DIRI" itu atau cuba mencari dan mengenal nya.
Tentu
nya soal
yang akan timbul ialah dari
mana "DIRI" itu, dimana letaknya "DIRI" itu, terdiri dari apakah "DIRI"
itu, dan kemanakah perginya
"DIRI" itu apabila jasad
mati atau dengan lain perkataan "DIRI" meninggalkan jasad???
dan yang penting sekali bolehkah kita mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" kita itu.
BARANG SIAPA MENGENAL "DIRI" NESCAYA KENAL LAH IA AKAN TUHAN NYA
Benarkah bila kita mengenal "DIRI" maka
kita akan mengenal Tuhan ??
Kita semua tahu
bahawa ujud nya roh! Tak ada sesiapa yang dapat menafikan kenyataan ini, Kerana
semasa Tuhan bertanya kepada sekelian Roh "
siapa kah Tuhan kamu " dengan sepontan
sekelian Roh menjawab "
bahkan " yang membawa makna mereka telah pun mengenal Tuhan yang esa.:
Kisah Roh memasukki jasad Adam
Setelah
jasad
Adam terbaring maka Tuhan
telah memerintahkan Roh memasukki ke jasad Adam, tetapi sebelum itu Roh telah bertanya " dimanakah harus aku masukki, ya ALLAH " dan
ALLAH pun menjawab " masuk lah mana mana yang kamu senangi " Maka masuk lah Roh
melalui hidung dan dengan itu maka bernafaslah kita melalui hidung.
Ini
menunjukkan
bahawa sesudah Roh
memasukki badan, maka barulah bermulanya kehidupan kepada jasad dan
terbukti di sini bahawa Roh lah yang
dikatakan penghidup kepada
jasad, dan mati pada jasad ialah apabila Roh keluar apabila sampai ajal
nya.
Jasad kasar kita ini terdiri dari 2 yaitu:
1. Dihidupkan
Apakah maksud
dihidupkan dan bahagian mana? Yang
dihidupkan ialah Jasad kasar kita ini,
ia nya di hidupkan oleh
""Roh"" yang berada di dalam Jasad. "Roh" memasukki jasad semasa kita
100 hari dalam rahim ibu kita.
"Aku tiupkan sebagian dari
roh ku" kata firman Allah. Sejak itu lah kita hidup di dalam rahim ibu
kita dan kemudian di lahirkan
kedunia dan terus
menjalankan kehidupan dari bayi hingga lah akhir hayat.
2. Menghidupkan
Yang
menghidupkan
ialah roh, yang datangnya
(diciptakan) dari Allah, yang memasuki jasad dan terus hidup, tugas roh
ialah menghidupkan jasad
tetapi sayang nya jasad
tidak langsung terfikir bahawa roh lah yang hidup
sebenar benar hidup dan
menghidupkan jasad yang bila mana roh meninggalkan nya maka matilah dia
di panggil orang dan di tanam
atau di bakar.
MATI IALAH APABILA ROH MENINGGALKAN JASAD
Jadi siapakan yang berkepentingan disini, tentunya jasad kerana tanpa roh maka jasad tidak bermaana langsung.
Jasad perlukan roh untuk hidup tapi kenapa roh tidak dipedulikan semasa hidup nya
Perlukah roh di kenali?
Sebelum mengenal Roh haruslah kita mengenal "DIRI"
"BARANG SIAPA
MENGENAL "DIRI" MAKA KENALLAH DIA AKAN TUHAN NYA"
APA KAH "DIRI" ITU"
Untuk
pengetahuan
semua bahawa "DIRI" itu
mendatang kemudian setelah roh memasukki jasad, bagaimana ini berlaku?
Apabila
Roh
berada di dalam Jasad maka
perkembangan cahaya Roh itu yang memenuhi dalaman Jasad keseluruhan nya,
ini telah menyebabkan
ujudnya "Diri" yang berupa saperti
jasad nya memenuhi ruang dalaman jasad nya..
Maka ujudlah "Diri" sebenar "Diri" dan "DIRI" ini
lah yang harus di kenal.
(kenal lah diri maka kenal tuhan)
BAGAIMANA MENGENAL "DIRI" SEBENAR "DIRI"
Ada
berbagai cara dan kaedah digunakan untuk mengenal "DIRI"
ini, bergantung kepada
perguruan dan kaedah guru guru mengajar kepada murid murid nya. Semua perguruan ini betul
dan cara apa sekali pun di gunakan, tujuan nya satu ya itu untuk mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" .
Untuk mengenal "DIRI" ini ada 3 cara:
Apakah yang
di maksudkan “dibuka”
Di
buka maksudnya ialah membukakan jalan jalan pancaran cahaya "DIRI" itu
hingga keluar dari jasad dan terpancarlah
cahaya "DIRI" itu keluar
dari jasad melalui jalan jalan nya dan dengan rasa yang bergetar getar
pada jalan keluar nya, rasa
ini dapat dirasakan dengan
nyata oleh murid murid yang mempelajari ilmu ini.
Ini
lah rahsia hidup kita dan "DIRI" ini lah yang menghidupkan jasad selagi
ada hayatnya di dunia
ini, "DIRI" ini harus di
kenal dan dirasai sepenuh nya oleh kita, kerana ia mengandungi banyak
rahsia dan serba guna, di dunia
dan akhirat, Insyaallah.
Kenal kah "DIRI" tadi kepada Tuhan nya? Sudah tentu kerana dia datang dari sana, dari MAHA pencipta
dan MAHA besar.
Banyak lag persoalan yang akan timbul apabila kita dapat mengenal "DIRI" kita yang sebenar benar
"DIRI" ini, kita harus belajar dari "DIRI" ini:
Dia mengetahui kerana dia datang dari yang MAHA mengetahui
Dia bijak kerana datang dari yang MAHA bijaksana
Dia lah sebaik baik Guru
Kehidupan sebenar ialah di dalam, dan kehidupan dunia ini mendatang kemudian
Kesimpulan
nya kenali lah "DIRI" kita ini yang dia lah sebenar benar "DIRI" dan
kemukakan lah dia dalam segala
urusan kita di dunia ini
sementara menunggu hari yang kekal abadi, kerana dia kekal kerana di
kekalkan.
Ilmu
Mengenal "DIRI" ialah satu ilmu pengetahuan yang harus di ketahui oleh
semua orang kerana tiap tiap maanusia
membawanya di dalam jasad
kasar mereka, harus kah penghidup jasad kita ini kita biarkan begitu
saja tanpa mengenali dan merasakan
nya, hanya semasa maut
hampir datang menjemput baru kita sedar yang dia akan meninggalkan
kita?????
Roh dan Jiwa Sampai saat ini masih ada perdebatan tentang unsur-unsur yang membentuk manusia. Pengikut paham Trikotomi menganggap bahwa manusia itu terdiri dari tiga unsur: tubuh, ruh, dan jiwa. Masing-masing unsur berbeda dari yang lainnya. Berbeda dengan pengikut paham Trikotomi, pengikut aliran Dikotomi mengatakan bahwa manusia terdiri dari dua unsur saja: tubuh dan jiwa; tubuh berbeda dengan jiwa, tapi jiwa dan rooh adalah hal yang sama; hanya penyebutannya saja yang beda. Bila ditelusuri, pandangan Trikotomi merupakan warisan dari pemikiran Yunani. Orang Yunani beranggapan bahwa manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh dianggap materi dan diidentikkan dengan hal yang jahat; sedangkan jiwa dan ruh dianggap suci dan diidentikkan dengan hal yang baik. Mengapa ada kejahatan, menurut orang Yunani, adalah karena kejahatan dan kebaikan bersatu dalam diri manusia. Tidak mungkin harmonisasi muncul bila antara yang baik dan jahat itu menyatu. Begitulah pandangan orang Yunani Kuno. Namun, paham Trikotomi menuai kesulitan. Paham ini sulit menjelaskan pertanyaan seperti 'di mana kemampuan mengingat, proses berpikir, emosi, kemauan, dan pengambilan keputusan terjadi?' Bagaimana relasi antara keduanya terhadap tubuh? Bagaimanakah tubuh menjalankan fungsinya? Ketika ada rangsangan yang diterima oleh panca indera, apa yang mengontrol tubuh? Bila seseorang mendengar inspirasi, di mana kemauan untuk berubah terjadi? Di mana spritualitas beroperasi? Ketika seseorang berdoa, apa yang berelasi dengan Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah dijawab pengikut paham Trikotomi. Namun, dalam paham Dikotomi, proses berpikir, emosi, kemauan, membuat keputusan, mengingat dan spritualitas terjadi dalam roh atau jiwa. Ada relasi yang sangat dekat antara jiwa dan tubuh. Rohlah yang memimpin tubuh; bukan sebaliknya. Tubuh hanya berfungsi bila jiwa eksis. Otak, telinga, mulut, tangan, kaki, dan semua anggota tubuh hanya berfungsi bila jiwa ada. Manusia tidak bisa berpikir kalau tidak ada jiwa. Mulut tidak bisa mengucapkan kalimat kalau jiwa tidak ada. Manusia tidak bisa bergerak atau melakukan apapun kalau jiwa tidak ada. Tanpa jiwa, tubuh itu mati adanya. Roh atau jiwa bisa eksis sekalipun terpisah dari tubuh. Jiwa bisa berbicara, mengeluh, mengerang, bersukacita tanpa bersatu dengan tubuh. Jiwa-jiwa orang yang telah mati tetap eksis sekalipun berada di surga atau di neraka. Walaupun jiwa bisa eksis tanpa tubuh, jiwa tidaklah lengkap kalau tidak bersama-sama dengan tubuh. Itulah sebabnya jiwa tidak bisa dipisahkan selamanya dengan tubuh. Bagi kalangan yang menerima kebangkitan pada akhir zaman, jiwa akan kembali disatukan dengan tubuh. Manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali. Ini sebuah misteri. |






0 komentar:
Posting Komentar