( QS. Az-Zumar 7 )
|
Sifat takabbur, congkak, sombong atau arrogan.
tidaklah diatur dalam peraturan perundang-undangan bikinan manusia,
sehingga bila sifat itu dilakukan seseorang terhadap sesama, terhadap
Rasul atau terhadap Allah SWT, maka bukan merupakan tindak pidana atau
kriminal. Sehingga jika sifat itu makin marak dilakukan oleh manusi
terhadap sesama manusia, tidaklah menjadi suatu yang mengherankan.
Terlebih lagi bila seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, dirinya
merupakan lahan yang subur bagi tumbuh kembangnya sifat itu.
Di samping kurang beriman maka sebab-sebab lain
yang menimbulkan sifat arrogansi kepada seseorang antara lain karena
merasa ilmu yang dimilikinya lebih dari orang lain. amal ibadahnya lebih
banyak, keturunan, kecantikan, kekayaan, kekuasaan, kekuatan,
pengikutnya lebih banyak dan lain-lain.
Terhadap manusia yang berlaku sombong, congkak
di dunia ini mungkin saja Allah tidak memberikan sanctie namun Allah dan
Rasulnya memperingkatkan akan adanya sanctie-sanctie di akhirat kelak
yang tidak akan bisa mengelaknya.
|
Tanda-tanda kesombongan.
Dalam kitab suci Al-Quranul karim, banyak
ayat-ayat Allah menyebut kata sombong dan congkak (arrogan)_. Allah
menyebutnya dengan sebutan : Al-Mutakabbir dan Al-Mukhtalin Fakhur. Tanda-tandanya itu antara lain :
Ketiadaan Iman, cinta dunia, kufur nikmat,
ingkar terhadap kekuasaan Allah, kikir dan berlaku sewenang-wenang telah
menyebabkan orang lupa diri dan bisa bertindak seperti Fir'aun. Makhluk
Allah apapun ujudnya tidaklah pantas untuk berlaku sombong atau congkak
di atas bumi ini. Ilmu, amal, keturunan, pangkat, kecantikan, harta
benda yang dimiliki manusia betapapun luas, besar dan tinggi nilainya
tidak akan berarti bagi Allah SWT. sedikitpun juga.
|
|
|
Manusia dijadikan Tuhan dari setetes air yang
hina. Ia dijadikan dengan cara yang sama dan dikembalikan dengan cara
yang sama pula. pantaskah ia berlaku sombong atau congkak, meningat
kejadiannya dari benda yang hina itu ?
Oleh karena itu Allah melarang makhluk-Nya untuk
berlaku sombong apapun bentuk atau manifestasinya. Baik dalam hati,
perbuatan atau perkataan.
Beberapa Peringatan Rasul
Rasulullah Muhammad SAW memperingkatkan agar
ummatnya tidak terperosok ke dalam sikap dan tingkah laku yang sombong
atau takabbur. karena mereka yang berlaku demikian walaupun ujudnya
tidak tampak dimata, namun jika ada terselip di lubuk hatinya, kata
Rasulullah, dia tidak akan dapat masuk ke surga. Sabda Rasulullah SAW. :
Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom (HR Bukhari Muslim)
Sifat sombong merupakan hijab yang
menghalangi hamba menuju surga dan faktor pemisah antara seseorang
dengan orang beriman karena akhlak orang mukmin merupakan pintu surga.
Rasulullah mengatakan bahwa di hari Kiamat
orang-orang yang sombong akan dikumpulkan, dijadikan pasukan semut-semut
lalu digiring ke penjara yang ada di dalam neraka jahannam bernama
penjara Bulasa di sana mereka diberi minuman darah dan nanah thinnatil
khabai ( kotoran penghuni neraka). Hadits ini berbunyi yang artinya : Orang-orang yang sombong itu kelak di hari Kiamat a-
|
kan dihimpun persis seperti semut-semut
pria yang diliputi kehinaan dari berbagai penjuru. Lalu mereka digiring
ke penjara Bulasa di Neraka, dan mereka dikepung api yang sangat panas.
Mulut mereka diberi minuman darah dan nanah dari thinatil khabal yaitu
tanah bekas kotoran para penghuni neraka. (HR Qadha'i).
Perlakukan yang baik.
Umar bin Khattab, di zaman Jahiliyah dikenal
secara luas, sangat keras dan memusuhi Islam. Dan tentunya mempunyai
sifat arrogan. Namun setelah memeluk Islam ia tunduk kepada perintah
Allah dan Rasul sampai ia diangkat menjadi Khalifah Amirul Mukminin yang
disegani.
Pada saat ia berkunjung ke Syria, ia tidak
monopoli naik ontanya, tapi ia bergantian naik ontanya dengan
pembantunya secara adil bergiliran. Orang pertama naik onta dalam
memulai lawatannya adalah Khalifah Umar, dan pembantunya berjalan kaki
sambil memegang tali ontanya. Mereka bergantian setiap tiga mil
perjalanan dan setelah 3 mil perjalanan maka Khalifah Umar turun dan
pembantunya naik dan ia bejalan sambil menuntun tali ontanya. mereka
bergantian secara adil, naik turun sampai mendekati Syria.
Setelah mendekati kota Syria yang kena giliran
turun adalah Khalifah Umar, sedang pembantunya giliran naik onta, dari
jauh tampak Umar berjalan menuntun ontanya. Gubernur Abu Ubaidah bin
Jarah, sewaktu menyambut kunjungan Khalifah Umar kaget. Ia lalu dengan
penuh penghormatan, menyampaikan permohonan kepada Khalifah Umar dengan
berkata : " Hai Amirul Mukminin, Para tokoh negeri Syam ( Syria) yang
terhormat, sudah siap menyambut kedatangan yang Mulia. Maka rasanya
kurang patut jika mereka melihat yang Mulia dalam keadaan berjalan kaki "
|






0 komentar:
Posting Komentar