“Biarkan jantungku terus berdetak bersama sang waktu. Biarkan
ragaku ini bergerak bersama senandung rindu. Yang pasti kaki ini
akan terus melangkah meski kamu telah tiada. Semua kenangan dan
cinta ini masih tersimpan indah disudut hatiku. Aku selalu
merindukanmu agar semua tahu kematian tak mengakhiri cinta kita
berdua yang abadi.”
Dewa Klasik Alexander
######
Aku terbangun dari lelapku.
Hanya ditemani angin malam yang menusuk tulang sum-sumku dan sinar
rembulan yang masih setia untuk menyinari malam dan menemani bintang
yang terhampar di permaidani langit malam. Semakin aku mencoba
melupakanmu namun semakin nyata bayang-bayangmu menari-nari diujung bola
mataku. Senyum itu, masih seperti yang dulu. Tawa itu masih mampu
membuatku tersenyum. Wajah itu masih mampu menggetarkan hatiku. Dan itu
semuanya adalah milikmu. Goresan cinta di hati masih terukir indah sama
seperti dulu. Cinta ini yang selalu menghadirkan bayangmu. Menghadirkan
sejuta kenangan sewaktu kita bersama. Namun mengapa semuanya berlalu
dengan cepat.
Aku melewatkan hari-hariku
dengan rasa kehilangan dan kesepian yang panjang. Tak ada lagi yang akan
memotong kuku ini kalau panjang. Tak ada lagi yang akan menghapus
keringatku setelah selesai bermain futsal. Tak ada lagi yang akan
memarahiku kalau aku bolos sekolah. Tak ada lagi senyuman manis yang
menjadi penghibur ketika aku lelah. Tak ada lagi cubitan manjamu yang
membuatku tertawa. Semuanya… Semuanya hilang bersama kepergianmu,
sayang. Nama yang tak akan pernah bisa hilang dari hidupku. Namamu telah
terpahat dihatiku dan detak jantungku menyanyikankan namamu yang indah
dengan lirik rindu.
#####
Jari-jari putih milikmu berusaha
memasukkan cincin ke jari manisku. Mataku terpikat pada jari-jari
milikmu. Jari yang halus. Lentik. Indah. Bersih. Tak ada kata yang tepat
untuk menggambarkan perasaanku saat itu. Perasaan seorang laki-laki
yang lagi jatuh cinta. Aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan
menerima cintaku. “KELAPA”. Mungkin itu istilah yang tepat bagi kita
yang baru jadian 2 minggu ini. KELAPA singkatan dari kenalan langsung
jadian, itu katamu.
Tapi kita bisa membuktikan
kepada mereka yang ragu atas hubungan kita. Aku setia hingga kamu pergi
meninggalkan aku sendiri. Bahkan sampai detik ini aku masih sendiri
bersama bayang-bayangmu. Aku tak pernah merasa bahagia sebelumnya.
Sebelum mengenal dan mencintaimu. Kamu yang mengajariku arti cinta
karena kamu adalah cinta pertamaku.
Ku tak tau
Mengapa aku malu
Setiap aku tau dia didekatku
Mengapa aku malu
Setiap aku tau dia didekatku
Aku susah
Bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya
Bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya
Ada rasa…
Yang tak biasa..
Yang mulai kurasa,yang entah kenapa
Yang tak biasa..
Yang mulai kurasa,yang entah kenapa
Mungkinkah ..
Ini pertanda
Aku jatuh cinta
Cintaku yang pertama
Ini pertanda
Aku jatuh cinta
Cintaku yang pertama
Tuhan tolong berikan isyarat
Semoga ada jawaban atas doaku
Gelisah aku mendambakan cinta
Yang indah tanpa air mata
Semoga ada jawaban atas doaku
Gelisah aku mendambakan cinta
Yang indah tanpa air mata
(Mikha Tambayong – Cinta Pertama)
######
Aku masih ingat ketika kita
berkenalan lewat facebook. Tanpa sengaja ketika aku membuka profile
temanku, aku melihat account milikmu yang mengomentari foto konyol Julio
yang lagi tidur. Tanpa berpikir dua kali, aku langsung mengadd account
facebookmu. Dua menit kemudian kamu yang juga sedang online langsung
mengapprove permintaan pertemanan dariku. Betapa senangnya aku. Serasa
mendapatkan emas batangan. Seperti anak kecil yang mendapatkan permen
kesukaannya, begituah tingkahku saat itu. Kamu pasti tidak tahu itu.
Kita kemudian langsung ngobrol via chat. Dari hanya perkenalan biasa
berlanjut ke perbincangan yang seru dan sampai akhirnya bertukaran nomor
handphone. Itulah awal serangan pendekatanku padamu.
Kita saling cocok akhirnya kita
pun bertemu langsung di ibadah Paskah yang diadakan di sebuah gereja
kecil yang sangat sederhana.
“Aku sudah nyampe nih. Aku duduk dibagian paling belakang,” isi smsku waktu itu.
“Aku duduk dibagian depan,” balasmu kemudian.
“Ya udah, ntar selesai ibadah aku tunggu di parkiran motor ya.”
“Tapi aku malu.”
“Malu kenapa?”
“Pokoknya malu aja!”
“Yahhhh…. Ngapain malu? Pejabat aja ngga punya malu buat korupsi apa lagi bolos rapat.”
“Wkwkwkwk….Tapi tunggu agak sepi ya.”
“Ok!”
Selesai mengikuti ibadah akhirnya kita bertemu di parkiran motor.
“Kamu lebih cantik dari foto kamu yang ada di FB.”
Kamu yang mendengarkan pujianku
hanya tersenyum dan tersipu-sipu malu. Pipimu memerah. Gugup. Bingung.
Itu yang kamu rasakan. Sama seperti aku. Aku yang baru merasakan namanya
jatuh cinta.
“Tadi kamu datang sama siapa?”
“Sama teman. Tapi mereka sudah pulang duluan.”
“Oooo… Mhmmm… Kalo gitu aku anterin kamu ya?”
Kamu hanya menganggukkan kepalamu tanda setuju.
Itulah pertama kali kita bersama
tanpa ada jarak meski satu centimeter sekali pun. Ah, aku sendiri tidak
tahu, apakah waktu itu kamu merasakan detak jantungku. Jantung yang
tidak mau kompromi dengan situasi yang ada. Tapi aku senang bisa
mengantarmu pulang. Kamu sadari atau tidak aku suka melihat rambutmu
yang tertiup angin lewat kaca spion motorku. Aku yakin, setiap mata yang
melihat kedekatan kita akan iri.
######
“Kuku kamu bagus dan bersih.” pujiku.
“Ah, biasa aja.” desahmu malu.
“Kuku kamu panjang tuh. Aku
punya gunting kuku,” katamu sambil membongkar isi tas sekolahmu. “Nih
guntingnya.” Kamu menyerahkan gunting kuku milikmu kepadaku.
“Ngga mau.”
“Loh, kenapa? Kuku kamu kan panjang dan harus dipotong?” tanyamu heran dengan sikapku barusan.
“Maksud aku, kamu yang guntingin.”
Kamu menatap wajahku. Kamu pasti
terkejut dengan permintaanku waktu itu. Sebuah permintaan spontan
dariku. Untuk beberapa detik mulutmu terkunci rapat. Sepertinya kamu
tidak sanggup mengatakan apa pun. Apa lagi menolak permintaan “aneh”ku.
Tanpa menunggu persetujuan darimu, aku langsung menyodorkan tanganku kepadamu.
“Mau ngga?” tanyaku dengan nada takut karena tak ingin disebut cowok yang ngga tau sopan santun.
Namun secara perlahan-lahan kamu
meraih tanganku lalu memegangnya. Waktu seolah berjalan dengan lambat.
Hatimu berdebar resah. Demikian juga dengan aku. Dengan perlahan dan
penuh hati-hati, kamu mulai menggunting kuku milikku. Aku memejamkan
kedua bola mataku dan berharap adengan ini jangan cepat berlalu.
“Ah, lembutnya tanganmu,” ucapku dalam hati.
Tak ada suara sampai kamu menyelesaikan tugasmu.
“Aku sudah selesai.”
Aku tidak melihat hasil
guntinganmu tapi aku memandangmu. Lalu kamu membalas senyumanku. Lama
tatapan kita saling bertaut demikian juga hati kita. Aku menggenggam
hangat tanganmu dan meremasnya dengan hangat. Tak ada suara dari mulut
kita namun hati kita saling berbicara. Bahasa yang hanya bisa kita
berdua mengerti. Bahkan malaikat yang melihat kita pun tak mengerti.
Dengan pelan namun pasti, kamu bersenandung. Menyanyikan lagu yang tak akan pernah hilang dari ingatanku.
Inilah aku apa adanya
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Ini cintaku apa adanya
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yg sempurna
Di bawah kolong langit ini
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yg sempurna
Di bawah kolong langit ini
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini
Ku ingin kau selalu disini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini
Ku ingin kau selalu disini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
( Teuku Wisnu feat Shireen Sungkar – Cinta kita )
######
“Kamu kenapa ngga mau ikut?” tanyamu kepadaku.
“Bukannya aku ngga mau tapi…”
“Tapi apa?”
“Aku ada acara keluarga yang ngga bisa aku tinggalin.”
Kita lalu diam. Larut dalam pikiran kita masing-masing.
“Ya udah kalo gitu, aku pergi ama teman-temanku aja.”
“Aku sebenarnya pengen ikut tapi aku benar-benar ngga bisa. Sorry ya!”
“Yah, mau diapain lagi.”
“Aku takut kehilangmu.”
“Kamu lucu deh, aku cuma pergi untuk beberapa jam aja kok,” katamu lalu mencubit lenganku.
“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kamu melebihi mereka semua.”
“Masa sih?” tanyamu tidak percaya.
“Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau!
Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan
kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.”
“Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja,” balasmu sambil tersenyum manis.
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”
“Udah, ah!”
“Oklah kalo begitu. Hati-hati ya.”
“Iya.”
“I love you”
“I love you too. Jangan lupa, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. ”
“Pasti. Take care ya.”
Itulah pembicaraan singkat kita
ketika aku mampir ke rumahmu. Pembicaraan terakhir kita sebelum untuk
selama-lamanya kamu pergi karena kecelakaan lalu lintas naas itu.
######
“Biarkan jantungku terus berdetak bersama sang waktu. Biarkan
ragaku ini bergerak bersama senandung rindu. Yang pasti kaki ini
akan terus melangkah meski kamu telah tiada. Semua kenangan dan
cinta ini masih tersimpan indah disudut hatiku. Aku selalu
merindukanmu agar semua tahu kematian tak mengakhiri cinta kita
berdua yang abadi.”
Dewa Klasik Alexander
######
Aku terbangun dari lelapku.
Hanya ditemani angin malam yang menusuk tulang sum-sumku dan sinar
rembulan yang masih setia untuk menyinari malam dan menemani bintang
yang terhampar di permaidani langit malam. Semakin aku mencoba
melupakanmu namun semakin nyata bayang-bayangmu menari-nari diujung bola
mataku. Senyum itu, masih seperti yang dulu. Tawa itu masih mampu
membuatku tersenyum. Wajah itu masih mampu menggetarkan hatiku. Dan itu
semuanya adalah milikmu. Goresan cinta di hati masih terukir indah sama
seperti dulu. Cinta ini yang selalu menghadirkan bayangmu. Menghadirkan
sejuta kenangan sewaktu kita bersama. Namun mengapa semuanya berlalu
dengan cepat.
Aku melewatkan hari-hariku
dengan rasa kehilangan dan kesepian yang panjang. Tak ada lagi yang akan
memotong kuku ini kalau panjang. Tak ada lagi yang akan menghapus
keringatku setelah selesai bermain futsal. Tak ada lagi yang akan
memarahiku kalau aku bolos sekolah. Tak ada lagi senyuman manis yang
menjadi penghibur ketika aku lelah. Tak ada lagi cubitan manjamu yang
membuatku tertawa. Semuanya… Semuanya hilang bersama kepergianmu,
sayang. Nama yang tak akan pernah bisa hilang dari hidupku. Namamu telah
terpahat dihatiku dan detak jantungku menyanyikankan namamu yang indah
dengan lirik rindu.
#####
Jari-jari putih milikmu berusaha
memasukkan cincin ke jari manisku. Mataku terpikat pada jari-jari
milikmu. Jari yang halus. Lentik. Indah. Bersih. Tak ada kata yang tepat
untuk menggambarkan perasaanku saat itu. Perasaan seorang laki-laki
yang lagi jatuh cinta. Aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan
menerima cintaku. “KELAPA”. Mungkin itu istilah yang tepat bagi kita
yang baru jadian 2 minggu ini. KELAPA singkatan dari kenalan langsung
jadian, itu katamu.
Tapi kita bisa membuktikan
kepada mereka yang ragu atas hubungan kita. Aku setia hingga kamu pergi
meninggalkan aku sendiri. Bahkan sampai detik ini aku masih sendiri
bersama bayang-bayangmu. Aku tak pernah merasa bahagia sebelumnya.
Sebelum mengenal dan mencintaimu. Kamu yang mengajariku arti cinta
karena kamu adalah cinta pertamaku.
Ku tak tau
Mengapa aku malu
Setiap aku tau dia didekatku
Mengapa aku malu
Setiap aku tau dia didekatku
Aku susah
Bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya
Bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya
Ada rasa…
Yang tak biasa..
Yang mulai kurasa,yang entah kenapa
Yang tak biasa..
Yang mulai kurasa,yang entah kenapa
Mungkinkah ..
Ini pertanda
Aku jatuh cinta
Cintaku yang pertama
Ini pertanda
Aku jatuh cinta
Cintaku yang pertama
Tuhan tolong berikan isyarat
Semoga ada jawaban atas doaku
Gelisah aku mendambakan cinta
Yang indah tanpa air mata
Semoga ada jawaban atas doaku
Gelisah aku mendambakan cinta
Yang indah tanpa air mata
(Mikha Tambayong – Cinta Pertama)
######
Aku masih ingat ketika kita
berkenalan lewat facebook. Tanpa sengaja ketika aku membuka profile
temanku, aku melihat account milikmu yang mengomentari foto konyol Julio
yang lagi tidur. Tanpa berpikir dua kali, aku langsung mengadd account
facebookmu. Dua menit kemudian kamu yang juga sedang online langsung
mengapprove permintaan pertemanan dariku. Betapa senangnya aku. Serasa
mendapatkan emas batangan. Seperti anak kecil yang mendapatkan permen
kesukaannya, begituah tingkahku saat itu. Kamu pasti tidak tahu itu.
Kita kemudian langsung ngobrol via chat. Dari hanya perkenalan biasa
berlanjut ke perbincangan yang seru dan sampai akhirnya bertukaran nomor
handphone. Itulah awal serangan pendekatanku padamu.
Kita saling cocok akhirnya kita
pun bertemu langsung di ibadah Paskah yang diadakan di sebuah gereja
kecil yang sangat sederhana.
“Aku sudah nyampe nih. Aku duduk dibagian paling belakang,” isi smsku waktu itu.
“Aku duduk dibagian depan,” balasmu kemudian.
“Ya udah, ntar selesai ibadah aku tunggu di parkiran motor ya.”
“Tapi aku malu.”
“Malu kenapa?”
“Pokoknya malu aja!”
“Yahhhh…. Ngapain malu? Pejabat aja ngga punya malu buat korupsi apa lagi bolos rapat.”
“Wkwkwkwk….Tapi tunggu agak sepi ya.”
“Ok!”
Selesai mengikuti ibadah akhirnya kita bertemu di parkiran motor.
“Kamu lebih cantik dari foto kamu yang ada di FB.”
Kamu yang mendengarkan pujianku
hanya tersenyum dan tersipu-sipu malu. Pipimu memerah. Gugup. Bingung.
Itu yang kamu rasakan. Sama seperti aku. Aku yang baru merasakan namanya
jatuh cinta.
“Tadi kamu datang sama siapa?”
“Sama teman. Tapi mereka sudah pulang duluan.”
“Oooo… Mhmmm… Kalo gitu aku anterin kamu ya?”
Kamu hanya menganggukkan kepalamu tanda setuju.
Itulah pertama kali kita bersama
tanpa ada jarak meski satu centimeter sekali pun. Ah, aku sendiri tidak
tahu, apakah waktu itu kamu merasakan detak jantungku. Jantung yang
tidak mau kompromi dengan situasi yang ada. Tapi aku senang bisa
mengantarmu pulang. Kamu sadari atau tidak aku suka melihat rambutmu
yang tertiup angin lewat kaca spion motorku. Aku yakin, setiap mata yang
melihat kedekatan kita akan iri.
######
“Kuku kamu bagus dan bersih.” pujiku.
“Ah, biasa aja.” desahmu malu.
“Kuku kamu panjang tuh. Aku
punya gunting kuku,” katamu sambil membongkar isi tas sekolahmu. “Nih
guntingnya.” Kamu menyerahkan gunting kuku milikmu kepadaku.
“Ngga mau.”
“Loh, kenapa? Kuku kamu kan panjang dan harus dipotong?” tanyamu heran dengan sikapku barusan.
“Maksud aku, kamu yang guntingin.”
Kamu menatap wajahku. Kamu pasti
terkejut dengan permintaanku waktu itu. Sebuah permintaan spontan
dariku. Untuk beberapa detik mulutmu terkunci rapat. Sepertinya kamu
tidak sanggup mengatakan apa pun. Apa lagi menolak permintaan “aneh”ku.
Tanpa menunggu persetujuan darimu, aku langsung menyodorkan tanganku kepadamu.
“Mau ngga?” tanyaku dengan nada takut karena tak ingin disebut cowok yang ngga tau sopan santun.
Namun secara perlahan-lahan kamu
meraih tanganku lalu memegangnya. Waktu seolah berjalan dengan lambat.
Hatimu berdebar resah. Demikian juga dengan aku. Dengan perlahan dan
penuh hati-hati, kamu mulai menggunting kuku milikku. Aku memejamkan
kedua bola mataku dan berharap adengan ini jangan cepat berlalu.
“Ah, lembutnya tanganmu,” ucapku dalam hati.
Tak ada suara sampai kamu menyelesaikan tugasmu.
“Aku sudah selesai.”
Aku tidak melihat hasil
guntinganmu tapi aku memandangmu. Lalu kamu membalas senyumanku. Lama
tatapan kita saling bertaut demikian juga hati kita. Aku menggenggam
hangat tanganmu dan meremasnya dengan hangat. Tak ada suara dari mulut
kita namun hati kita saling berbicara. Bahasa yang hanya bisa kita
berdua mengerti. Bahkan malaikat yang melihat kita pun tak mengerti.
Dengan pelan namun pasti, kamu bersenandung. Menyanyikan lagu yang tak akan pernah hilang dari ingatanku.
Inilah aku apa adanya
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Ini cintaku apa adanya
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yg sempurna
Di bawah kolong langit ini
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yg sempurna
Di bawah kolong langit ini
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini
Ku ingin kau selalu disini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini
Ku ingin kau selalu disini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
( Teuku Wisnu feat Shireen Sungkar – Cinta kita )
######
“Kamu kenapa ngga mau ikut?” tanyamu kepadaku.
“Bukannya aku ngga mau tapi…”
“Tapi apa?”
“Aku ada acara keluarga yang ngga bisa aku tinggalin.”
Kita lalu diam. Larut dalam pikiran kita masing-masing.
“Ya udah kalo gitu, aku pergi ama teman-temanku aja.”
“Aku sebenarnya pengen ikut tapi aku benar-benar ngga bisa. Sorry ya!”
“Yah, mau diapain lagi.”
“Aku takut kehilangmu.”
“Kamu lucu deh, aku cuma pergi untuk beberapa jam aja kok,” katamu lalu mencubit lenganku.
“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kamu melebihi mereka semua.”
“Masa sih?” tanyamu tidak percaya.
“Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau!
Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan
kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.”
“Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja,” balasmu sambil tersenyum manis.
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”
“Udah, ah!”
“Oklah kalo begitu. Hati-hati ya.”
“Iya.”
“I love you”
“I love you too. Jangan lupa, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. ”
“Pasti. Take care ya.”
Itulah pembicaraan singkat kita
ketika aku mampir ke rumahmu. Pembicaraan terakhir kita sebelum untuk
selama-lamanya kamu pergi karena kecelakaan lalu lintas naas itu.
######
Aku berdiri di sini hanya dengan
kebisuan. Yang ada hanya butiran bening mengalir dan membasahi kedua
pipiku. Aku bertanya, kenapa semuanya ini terjadi? Kenapa harus kamu?
Rindu yang kembali ini membawaku
ke pemakamanmu. Hari ini kita genap setahun jadian. Aku sudah siapin
dinner buat kita tapi malam ini aku hanya akan sendiri. Sendiri bersama
sejuta kenangan yang ada.
Aku rasanya ingin gila! Dunia
tanpamu rasanya sepi. Aku masih ingat sebelum kejadian itu, di siang
harinya kita sempat nonton di Mal Pluit Junction. Kenapa kemesraan ini
cepat berlalu? Betapa hancurnya hati ini….
Ditinggalkan itu berbeda dengan
diputuskan. Kamu pergi tanpa ada alasan. Tanpa ada firasat. Tanpa ada
mimpi buruk. Namun aku menyadari satu hal, jangan pernah menggengam
sesuatu dengan sangat erat. Karena rasanya akan jauh lebih sakit ketika
Tuhan menggambilnya kembali.
Terima kasih sayang, untuk
segalanya. Untuk dirimu yang hadir dihidupku. Terima kasih telah menjadi
cinta pertamaku. Mengenal dan mencintaimu adalah anugerah. Kehilanganmu
adalah pelajaran berharga bagiku. Selamat tinggal….
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih
Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu;kamu;kamu di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu… di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
di nanti ku……
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu… di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
di nanti ku……
( saat terakhir – ST 12 )
#######
TAMAT
######






0 komentar:
Posting Komentar